KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sepanjang Januari 2022 terdapat 57 warga terkena demam berdarah dengue (DBD). Dari jumlah tersebut, seorang meninggal dunia.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka mengatakan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2021, jumlah tahun ini lebih banyak bahkan mencapai dua kali lipat. Bahkan pada awal bulan Februari ini saja sudah ada 2 temuan kasus DBD di Tulungagung.
Baca juga: Waspada! Kasus DBD di Sampang Tembus 494 Kasus, Wilayah Kota Jadi Penyumbang Terbanyak
Pihaknya merinci, sebagian besar kasus ditemukan di lokasi padat penduduk seperti di Kecamatan Tulungagung, Boyolangu, Kedungwaru, Ngantru dan Karangrejo.
"Tetap untuk lokasi temuan kasus di lokasi padat penduduk terutama di Kecamatan Kota dan sekitarnya," ujar Didik, Senin (07/02/2022).
Didik menyebut, temuan kasus ini berkaitan erat dengan perubahan musim dan pola hidup bersih masyarakat, apalagi yang tinggal di lokasi padat penduduk.
Oleh sebab itu pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar dan tidak membiarkan munculnya potensi tumbuh kembangnya jentik nyamuk di lingkungan sekitar.
Baca juga: 41 Rumah Warga Rejotangan Tulungagung Rusak Akibat Angin Puting Beliung
"Mari kita dan masyarakat berusaha mencegah agar tidak ada potensi bagi nyamuk untuk bisa hidup dan berkembang," jelasnya.
Pihaknya juga meminta masyarakat agar tidak segan melapor ketika mendapati keluarga maupun sanak saudara atau tetangga yang memiliki ciri ciri DBD seperti panas tubuh yang naik turun, kemudian bintik merah pada beberapa bagian tubuh dan ciri lainnya.
"Jangan sampai dengan kondisi pandemi seperti ini jadi tidak melapor, ini yang kita takutkan, takutnya tidak dibawa ke faskes terdekat," jelasnya.
Baca juga: Dibakar Api Cemburu, Pria Tulungagung Bakar Rumah Sang Pacar
Didik menyebut, laporan dari masyarakat akan memudahkan pihaknya melakukan penanganan, termasuk upaya fogging ketika diketahui ada penyebaran di lokasi tersebut.
"KIta sudah foging di 12 titik sepanjang Januari kemarin," ucapnya.
Dengan kondisi cuaca hujan yang belum berakhir ini,pihaknya berharap laju temuan dan penambahan kasus bisa diperlambat, salah satunya dengan gerakan mengubur, menguras dan menutup tersebut.(mkr)
Editor : Iman