KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Sebelumnya Kabupaten Bojonegoro ditetapkan oleh Dinkes Provinsi Jatim sebagai tertinggi penderita demam berdarah dengue (DBD). Hal tersebut membuat Dinkes Bojonegoro melakukan langkah untuk mengantisipasi adanya DBD.
Baca juga: AKBP Yenny Diarty, Polwan Pertama sebagai Kapolres Bojonegoro
Tercatat di Provinsi Jatim, penderita DBD selama Januari 2022 mencapai 977 orang. Dari jumlah tersebut, total kematian ada sebanyak 17 orang.
"Dinkes Bojonegoro terus berupaya menekan kasus DBD dengan terus mengimbau warga untuk pemberantasan sarang nyamuk dengan tuntas," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bojonegoro Whenny Dyah Prajanti Kamis (27/1/2022)
Ia mengatakan, data di Dinkes, per Januari 2022, tercatat ada 112 kasus DBD. Dikatakan, sejak pertengahan Oktober tahun lalu kasus DBD mulai tampak peningkatan penularannya. Sedang puncaknya di Desember dan Januari 2022 ini.
“Fogging tidak bisa membunuh jentik dan telur nyamuk, sehingga hanya PSN atau pemberantasan sarang nyamuk seminggu sekali dan serentak saja yang bisa mencegah penularan DBD,” tegasnya
Sebagai langkah untuk mengatasi penyebaran nyamuk Aedes Aegypti di rumah, lanjut Whenny, masyarakat diimbau melakukan langkah 3M Plus. Antara lain, menutup dengan rapat tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk, memanfaatkan semua media atau barang yang tidak digunakan seperti kaleng, ban bekas, batok kelapa, plastik, tempat makan hewan peliharaan, vas bunga, dan talang air yang tidak mengalir.
"Jangan lupa menguras bak mandi dan membersihkan dengan disikat agar telur nyamuk yang menempel bisa mati. Ditambah hindari gigitan nyamuk dengan repellen (lotion anti nyamuk),” pungkasnya. (yud)
Perlu diketahui, untuk data penderita DBD tertinggi hingga 24 Januari 2022 di Jatim sebagai berikut :
1. Kabupaten Bojonegoro = 112 orang
2. Kabupaten Nganjuk = 72 orang
3. Kabupaten Malang = 66 orang
4. Kabupaten Ponorogo = 53 orang
Baca juga: Bidik Jadi Percontohan KTR, Komnas Pengendalian Tembakau Terjun Langsung ke Bojonegoro
5. Kabupaten Sidoarjo = 53 orang
Sedangkan jumlah kematian DBD tertinggi hingga 24 Januari 2022 antara lain :
1. Kabupaten Pamekasan = 3 orang
2. Kabupaten Bojonegoro = 2 orang
3. Kabupaten Nganjuk = 2 orang
4. Kabupaten Bangkalan = 1 orang
5. Kabupaten Kediri = 1 orang.
Baca juga: Pemkab Bojonegoro Dorong Masjid Ramah Anak, Takmir Diminta Jangan ‘Serengen’ kepada Bocah
Editor : M Nur Afifullah