KLIKJATIM.Com | Surabaya - Penderita DBD di Jatim mengalami peningkatan pada Januari 2022. Kabupaten Bojonegoro menjadi daerah tertinggi dengan penderita sebanyak 112 orang.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim Dr Erwin Ashta Triyono menyebutkan, bahwa rentang usia penderita DBD di Jatim rata-rata didominasi oleh anak-anak hingga remaja, yakni antara usia 5-14 tahun.
Baca juga: Waspada! Kasus DBD di Sampang Tembus 494 Kasus, Wilayah Kota Jadi Penyumbang Terbanyak
"Rentang usia dominan 5 sampai 14 tahun. Kurang lebih sekitar 17 pasien," ujar Dr Erwin di Kantor Dinkes Jatim, Kamis (27/1/2022).
Ia mengungkapkan, anak-anak lebih memiliki resiko terjangkit DBD lantaran demam, biasanya pada hari ketiga akan turun. Nah, saat demam turun, anak-anak merasa nyaman dan akan beraktifitas seperti biasa.
"Kalau nanti main, maka risiko dua tadi tidak bisa terprediksi. Dan ketika itu terjadi. Kita akan terlambat sampai ke rumah sakit. Sehingga begitu ada potensi demam, lebih baik sekarang kita mulai curiga, kemungkinan Covid-19 bisa, kemungkinan demam berdarah juga bisa," ungkapnya.
"Ini hanya asumsi yang mungkin hanya bisa dipakai untuk kehati-hatian kita," imbuhnya.
Baca juga: Masuki Musim Hujan, Puskesmas Kedungdung Sampang Minta Warga Berperan Aktif Cegah Demam Berdarah
Namun, Dr Erwin menggarisbawahi, bahwa nyamuk aedes agepty merupakan nyamuk spesial. Pasalnya, nyamuk tersebut tidak berada di tempat-tempat jorok. Namun, mereka justru berada di tempat atau air yang jernih.
"Dia tidak ada di tempat-tempat jorok. Di got atau tempat-tempat berbau tanah. Dia maunya di tempat-tempat yang jernih. Makanya kami dorong masyarakat bersama-sama menyelesaikan ini dengan level hulu. Jadi cegah jangan sampai ada nyamuk yang berkembang biak di sana," tandasnya.(mkr)
Baca juga: Satu Warga Binaan Lapas Tulungagung Menderita DBD
Editor : Redaksi