KLIKJATIM.Com | Lamongan – Jembatan Cincin Babat yang menghubungkan Tuban-Lamongan akan dibongkar untuk perbaikan. Pengerjaan jembatan direncanakan berlangsung selama 10 bulan. Dishub dan Polisi bakal membuat rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan, Ahmad Farikh membenarkan jika jembatan yang pernah ambrol pada Selasa (17/04/2018) silam akan dibongkar untuk perbaikan.
Baca juga: Domino Naik Kelas: Surabaya Domino Tournament 2026 Sukses Jaring 1.500 Peserta Menuju Liga Pro
[irp]
"Benar, guna persiapan akan dimatangkan melalui rapat-rapat di daerah," kata Ahmad Farikh saat dikonfirmasi. Rabu (26/02/2020).
Hal senada juga disampaikan Kasatlantas Polres Lamongan, AKP Danu Anindito Kuncoro Putro mengatakan, sampai saat ini pihak pengembang masih belum lakukan proses perbaikan dan masih mempersiapkan peralatan di sekitar lokasi.
"Masih dalam tahap persiapan, lalu lintas masih normal. Belum ada pengalihan arus lalu lintas baik dari Tuban menuju Surabaya dan arah Babat ke Tuban," kata AKP Danu.
Guna persiapan perbaikan jembatan pihaknya intens untuk koordinasi ke pihak pelaksana. Jika sudah ada kepastian, akan segera diinformasikan kepada masyarakat, termasuk adanya alternatif rekayasa arus Lalin.
“Jika perbaikan sudah dilakukan, skenarionya untuk sementara kendaraan akan dilewatkan jembatan cincin lama dengan sistem contraflow. Untuk menghindari kepadatan pengendara diharapkan lewat jalur alternatif atau lewat jalur pantura,” ujarnya.
Tak hanya itu, Satlantas Polres Lamongan saat ini terus melaksanakan sosialisasi pada masyarakat, perusahaan angkutan barang dan juga pemasangan rambu pemberitahuan dan imbauan serta menyiapkan jalur alternatif bila ada antrean panjang dan macet menuju ke Tuban.
Baca juga: Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Ruas Protokol Bojonegoro Terendam Banjir
Jalur alternatif ke Tuban pengguna jalan bisa melalui Pertigaan Deket ke utara menuju ke kawasan Dukun Gresik untuk selanjutnya ke barat menuju Paciran, Brondong dan berlanjut ke Tuban.
[irp]
“Jalur alternatif ke Tuban lainnya bisa dari pertigaan Sumlaran Sukodadi ke utara menuju Desa Banjarwati selanjutnya ke barat menuju Paciran, Brondong dan Tuban, juga bisa alternatif dari Pucuk ke Blimbing atau sebaliknya,” imbuhnya.
Untuk yang dari Babat, bisa melalui Pertigaan Mira ke arah barat Pasar Babat menuju Kaliketek Bojonegoro dan selanjutnya ke Tuban. “Sementara untuk kendaraan pribadi yang lewat kota dari jalan poros bisa melalui Jalan Veteran ke Jalan Sumargo lanjut Jalan Pahlawan menuju arah Kecamatan Sugio, Ksdungpring, Modo, Bayeman dan sampai Bojonegoro,” paparnya.
Saat ini Satlantas Polres Lamongan juga telah membentuk tim khusus untuk mengurai kemacetan dan penanganan laka lantas di jalur pantura guna antisipasi kendaraan barang yang overload yang tidak bisa naik ditanjakan dan rem blong pada turunan.
Baca juga: Peringati Hari Kartini, Bupati Bojonegoro Ajak Perempuan Tampil di Garda Depan Pembangunan
“Kondisi jalan di wilayah Pantura yang sempit dan naik turun serta dekat dengan pemukiman menjadi atensi khusus,” katanya.
Tak hanya itu, di jalur pantura disiagakan derek besar untuk antisipasi evakuasi kendaraan macet atau kecelakaan. Satlantas juga membuat Posko Pantau di Babat dan Tuban perbatasan Brondong.
“Berharap pada masyarakat pengguna jalan untuk mematuhi arahan polisi serta memanfaatkan jalur alternatif. Dan ada rambu penunjuk yang menjadi petunjuk pengguna jalan,” pungkasnya. (bis/bro)
Editor : Redaksi