Menteri Tenaga Kerja Kunjungi BLKK Tulungagung

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Tulungagung--Lokasi pertama yang dikunjungi Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziah dalam kunjungannya Selasa (28/12/2021) ini adalah di Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Unipro BISO yang ada di SMK NU Kabupaten Tulungagung.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penggunaan dan pemanfaatn BLKK yang dibangung dan diaktifkan sejak tahun 2020 yang lalu.

Baca juga: Menaker Tegaskan Serikat Pekerja Adalah Penjaga Hak Buruh Sekaligus Mitra Strategis Perusahaan

Ditemui usai kunjungan tersebut, Ida Fauziah mengacungi jempol langkah BLKK Unipro BISO yang telah menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak.

Hasilnya tidak hanya memberikan peluang kerja bagi lulusan BLKK,  namun juga menciptakan kerja untuk lulusan lulusan dari BLKK.

"Jurusan yang diambil di BLKK ini adalah Multimedia dan alhamdulillah BLKK ini bermitra dan jadi unit usaha tersendiri sehingga tidak hanya menciptakan lap keja sendiri tapi juga orang lain, mampu melahirkan enterpernur dan tenaga kerja baru," ujarnya.

Pihaknya mencatat, hingga penghujung tahun 2021 ini lebih dari 3000 BLKK telah dibangun di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: KPK Telusuri Aliran Pemerasan Yang Dilakukan Bupati Tulungagung Non Aktif

Untuk wilayah Jawa Timur sendiri sebagian besar komunitas yang tergabung dalam BLKK adalah komunitas pesantren, sedangkan untuk wilayah lain seperti Papua dan Papua Barat, komunitas yang tergabung adalah komunitas gereja gereja.

"Sampai akhir tahun ini lebih dari 3000 BLKK yang berdiri di Indonesia dari sabang sampai merauka," ucapnya.

Pihaknya menjelaskan, BLKK dibuat dengan tujuan agar terciptanya peningkatan skil dan kemampuan masyarakat di era modern ini.

Baca juga: Wabup Ahmad Baharudin Ditunjuk Jadi Plt Bupati Tulungagung

"Support kita adalah dengan mendukung pembangunan dan fasilitas BLKK ini trmasuk yang di Tulungagung,"jelasnya.

Sementara itu Kepala BLKK Unipro BISO SMKNU Tulungagung,Kozin mengatakan, sejak beroperasi pada tahun 2020 yang lalu,pihaknya telah menelurkan sejumlah lulusan yang bisa bersaing di dunia kerja.

"Durasi pelatihannya satu bulan, satu angkatan ada 16 orang peserta dan yang mengikuti program ini tidak dikenakan biaya, pihaknya berharap tidak hanya sekedar mendapatkan kerja namun juga bisa menciptakan lapangan kerja," jelasnya.(mkr) 

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru