Pria Tak Dikenal Gegerkan Warga Kepohbaru, Diduga Penculik Anak

klikjatim.com
Pria tak dikenal (berkaos dan bercelana biru) yang sempat gegerkan warga karena diduga sebagai penculik anak diamankan petugas Polsek Kepohbaru. (Nur Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Warga Desa Simorejo, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro digegerkan dengan sosok pria setengah tua yang hingga kini belum diketahui identitaanya. Pasalnya, warga heboh pria tersebut sebagai pelaku penculikan anak.

Pria berkaos dan bercelana biru itu sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat (21/2/2020) malam diketahui berada di masjid Desa Simorejo. Warga mencurigai pria tak dikenal tersebut sebagai penculik anak. Saat itu, pria tersebut juga membawa sarung, lampu senter, baterai serta gunting.

Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun

[irp]

Warga yang semakin gusar akhirnya melaporkan keberadaan pria tersebut kepada Polsek Kepohbaru. Polisi pun langsung menggelandang pria tanpa identitas itu menuju kantor polsek.

Kapolse Kepohbaru AKP Supriyono menjelaskan, saat ini pria tersebut telah diamankan. Dia memastikan pria tersebut bukan pelaku penculikan anak. Saat ini, kata Supriyono, pria tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Kepohbaru.

Baca juga: Dukung Program PLTS 100 GWp, PLN dan Pemprov Bali Akselerasi Infrastruktur Energi Bersih

"Kami periksakan ke Puskesmas, apakah pria tersebut mengalami gangguan jiwa atau tidak. Kami masih menunggu hasilnya," katanya.

[irp]

Dijelaskan Supriyono, berdasarkan pengakuan kepada polisi, pria tersebut sedang melaksanakan tugas dari salah satu pondok pesantren menempuh perjalanan dengan jalan kaki dari Banyuwangi ke Ponorogo.

Baca juga: Tinjau Green Port Terminal Teluk Lamong, Staf Ahli Kemenhub Apresiasi Komitmen Dukung Net Zero Emission 2060

"Kami minta masyarakat tenang. Jangan berlebihan kalau menanggapi. Apalagi dikaitkan dengan penculikan anak," terangnya. (af/mkr)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru