KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Harga cabai para petani di Kabupaten Bojonegoro melambung. Kini, harganya tembus Rp20 ribu per kilogram (kg).
Kenaikan tersebut pun membuat para petani cabai tersenyum. Pasalnya harga cabai selalu naik dalam akhir tahun sehingga petani banyak diuntungkan.
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi
Indro, seorang petani asal Desa Kalicilik, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro mengatakan bahwa hasil panen tahun ini menggembirakan. Untuk 1 kg cabai bisa terjual Rp20 ribu oleh pengepul.
Dan, saat musim hujan ini harga cabai semakin melonjak dikarenakan cabainya banyak rontok.
Indro juga mengaku selalu bersyukur hasil cabainya bagus. Dia bercerita, modal awal penanaman cabai habis Rp7 juta. Jika dihitung, hasil jual sudah mencapai Rp19 juta dalam 11 panen.
Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat
“Alhamdulilah untung yang sangat besar. Karena biasanya 1 kilogram cabai hanya dibeli Rp10 ribu ke bawah, untuk sekarang ini harga termahal yang saya dapat,” terangnya.
Berbeda dengan warga yang ingin membeli cabai di pasaran. Ketika para petani bisa tersenyum gembira, namun pembeli di kalangan masyarakat justru mengeluh karena harga cabai di pasar tembus hingga Rp95 ribu hingga Rp100 ribu per kg.
Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri
Yatmi selaku pembeli cabai di pasar Kota Bojonegoro menyampaikan harga cabai sangat mahal di pasar. "Harga cabai naik mas, perkilo biasanya Rp45 ribu hingga Rp50 ribu dan sekarang harga sudah Rp95 ribu hingga Rp100 ribu," kata ibu rumah tangga (IRT) tersebut.
Menurutnya, kemungkinan kenaikan harga cabai ini karena menjelang natal dan tahun baru (Nataru) 2022. "Ya mungkin gara-gara Nataru, semoga semua kebutuhan segera turun," harapnya. (nul)
Editor : M Nur Afifullah