Kematian Misterius Pelajar di Gresik, Polisi Segara Gelar Perkara 

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik —Misteri kematian SF terus  memasuki babak baru. Rencananya, pada Senin (13/12/2021) mendatang jajaran Satreskrim Polres Gresik akan kembali melakukan gelar perkara atas peristiwa tragis yang menimpa remaja asal Desa Petiken Driyorejo.

[irp]

Baca juga: Terseret Pancing ke Tengah Tambak, Pria di Menganti Ditemukan Meninggal Dunia Setelah 5 Jam Dicari

Hal tersebut dilakukan usai  keluarnya hasil autopsi terhadap remaja 16 tahun itu. Bahkan, pihak berwajib melakukan pembongkaran makam korban pada 17 November lalu. Dengan melibatkan pihak Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, tim dokter independen serta pihak keluarga.

Kuasa hukum keluarga korban Rohmad Jazuli menyampaikan, pihaknya yakin hasil autopsi tersebut akan memunculkan fakta baru. Khususnya, penyebab kematian SF yang diduga kuat mengalami kekerasan fisik sebelum menghembuskan nafas terakhir. “Untuk hasil autopsinya memang belum kami terima. Nanti akan disampaikan saat gelar perkara. Tapi kami yakin kematian korban bukan sekedar kecelakaan biasa,” ucapnya, Sabtu (11/12/2021). 

Untuk itu, pasca gelar perkara selesai dilakukan, proses penyelidikan lanjutan akan terus bergulir. Yakni, mencari tahu siapa pelaku yang tega melakukan perbuatan keji tersebut. “Beberapa bukti bukti pendukung lainnya juga kami siapkan. Yang pasti kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib,” jelasnya.

Baca juga: Kepiting Sukorame, Jurus Ampuh Tekan Angka Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor di Lamongan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gresik Ipda Wahyu Riski Saputro menyampaikan, untuk  hasil autopsi nanti menjadi kunci untuk mencari tahu penyebab kematian SF. Sekaligus memastikan apakah terdapat modus pembunuhan atau memang murni peristiwa kecelakaan lalulintas. “Kami akan terus melakukan penyelidikan sesuai prosedur dan dilakukan secara profesional sesuai dengan SOP yang ada,” ucapnya.

Bahkan, dalam proses gelar perkara nanti, pihaknya akan melibatkan tim kedokteran dari internal dan ekternal Polri. Dengan tujuan untuk membuktikan fakta yang sebenarnya. “Jadi tidak ada anggapan lain atau asumsi lain. Hasil autopsi nanti akan disampaikan pihak dokter forensik,” ujarnya.

Wahyu  juga berkomitmen akan melakukan proses penyelidikan lanjutan  secepat mungkin. Dalam rangka memberikan pelayanan yang baik terhadap pihak pelapor termasuk menepis keraguan di masyarakat. “Kami juga masih menunggu hasil autopsi. Semoga bisa berjalan lancar. Sebagai dasar kami untuk kelanjutan proses penyelidikan,” terangnya. 

Baca juga: Puskesmas Karanggeneng Kembangkan Lentera Keren, Layanan Keperawatan Berkelanjutan Langsung ke Rumah Pasien

Diketahui sebelumnya, peristiwa yang dialami SF pada 12 September lalu membuat geger warga sekitar. Jasadnya ditemukan tergeletak di pinggir jalan Raya Tenaru Kecamatan Driyorejo sekitar pukul 3.30 WIB. 

Awalnya, peristiwa yang menimpa korban disebabkan karena kecelakaan tunggal. Namun, saat ditemukan, kondisi korban penuh luka pada bagian kepala dan tubuh. Hal tersebut membuat pihak keluarga korban ragu dan meyakini putra menjadi korban pembunuhan. Hingga tiga bulan berselang, kasus tersebut terus bergulir untuk memastikan penyebab kematiannya.(mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru