KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Usai dilantik Gubernur Kofifah pada 02 November 2021 lalu, kini Gatut Sunu secara resmi telah menduduki jabatan sebagai Wakil Bupati Tulungagung.
[irp]Selain mendapatkan fasilitas gaji dan tunjangan, politisi PDI Perjuangan ini juga mendapatkan fasilitas rumah dinas wakil bupati dan kendaraan dinas.
Bupati Tulungagung,Maryoto Birowo mengatakan, pengadaan untuk mobil dinas Wakil Bupati Tulungagung masih dalam proses, hal ini dilakukan untuk menunjang kinerja wakil bupati.
“Untuk mobil dinas saat ini sudah pengajuan,” katanya pada Jumat (04/11).
Jenis mobil yang disediakan negara untuk wakil bupati tak jauh berbeda dengan kendaraan dinas yang digunakan oleh Forkopimda yakni Toyota Fortuner, untuk menggantikan mobil dinas lama.
“Sementara menggunakan mobil dinas lama, nanti ada baru Fortuner,” ungkapnya.
Disinggung mengenai fasilitas yang akan diterimanya, Wakil Bupati Tulungagung,Gatut Sunu bakal menggunakan fasilitas yang ada untuk menunjang kegiatannya sehari hari.
Selain mendapatkan mobil dinas, pihaknya memastikan juga akan memanfaatkan fasilitas rumah dinas wakil bupati tulungagung yang ada di jalan Yos Sudarso Tulungagung.
"Untuk berdinas saya akan menggunakan rumah dinas, kalau untuk tinggal di ruma dinas, kemungkinan mulai nanti tanggal 17 November,"terangnya.
Sementara itu, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Tulungagung, Fajar Widariyanto yang dikonfirmasi mengatakan, proses pengadaan mobil ini dilakukan dengan proses pengadaan langsung.
Proses ini bisa dilakukan ketika rencana pengadaan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah jelas.
“Pengadaan langsung, karena spesifikasi, peruntukan, merknya, dan penyedia cuma satu,” katanya.
Pria yang akrab disapa Fajar itu menegaskan, pengadaan langsung tersebut telah sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 12 tahun 2021.
“Kalau sudah jelas seperti itu, kami berani melakukan penunjukan,” tegasnya.
Fajar mengungkapkan, proses pengadaan mobil dinas itu, dapat dipercepat ketika penyedia mampu memberikan kendaraan sesuai permintaan. Kendati demikian, dia menyebut, pengadaan akan dilakukan tahun ini.
“Kalau belum siap, penyedia kami dorong untuk segera masuk ke Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP). Kami upayakan tahun ini, untuk anggaranya sesuai yang kami terima itu sebesar Rp 500juta,” pungkasnya. (rtn)
Baca juga: Semarak HUT Ke-81 RI, Ribuan Siswa TK dan PAUD Pangarengan Sampang Ikuti Lomba Mewarnai
Editor : Iman