KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Petugas gabungan SAR Bojonegoro hari ini kembali melanjutkan pencarian korban perahu terbalik di aliran Bengawan Solo di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Itu dilakukan karena hingga Rabu malam, ada 7 penumpang perahu yang masih belum ditemukan usai kejadian.
[irp]
Baca juga: Dukung Program Presiden, Wabup Alif Resmikan SPPG GMMS yang Diberdayakan Relawan Lokal
Ketujuh korban penumpang yang dinyatakan hilang masing-masing Kasian, (60) asal Bojonegoro, Erma fitriani (27/Bojonegoro), Masdian Purnama (27/Bojonegoro), Toro (40/Rembang, Jawa Tengah), Sutri (50/Tuban), Basori (45/Tuban), dan terakhir yang baru saja dilaporkan bernama Dedi Setyo Nugroho asal Tuban.
Kepala Kantor SAR Surabaya Hari Adi Purnomo menjelaskan, seiring perkembangan di lokasi posko yang didirikan, data korban berubah-ubah.
"Rabu malam ada warga yang datang ke posko melaporkan salah satu anggota keluarganya ditengarai ikut naik perahu yang terbalik itu," katanya.
Baca juga: Jaga Stok Darah Awal Tahun, Ratusan Karyawan KEK JIIPE Gresik Gelar Aksi Donor Darah
Berdasar data terkini itu, Kantor SAR Surabaya merilis jumlah total penumpang perahu sebanyak 17 orang. Rinciannya sebanyak 10 orang penumpang selamat, yaitu Mardiana (58), Hafid (4), Mujianto (30), Budi (35), Arif (39), Mat Sarmuji (56), Abdullah Dimyati Al Adim (3), Tasmiatun (34), Noviandi (30), dan Abdul Hadi (9).
Dijelaskan, perahu yang merupakan alat transportasi penyeberangan di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, itu terbalik diduga akibat arus yang sangat deras pada Rabu pagi sekitar pukul 08.30 WIB.
"Perahu tersebut selain mengangkut penumpang orang, juga memuat sepeda motor," ujarnya.
Baca juga: Konvoi Bawa Sajam dan Resahkan Warga, 20 Oknum Pendekar di Sidoarjo Diringkus Polisi
Upaya pencarian korban perahu terbalik yang dinyatakan hilang untuk sementara dihentikan pada Rabu sore pukul 17.10 WIB karena kondisi mulai gelap dan arus sungai semakin deras.
Hari memastikan pencarian akan dilanjutkan besok, Kamis, 4 November, oleh tim gabungan yang melibatkan sebanyak 26 unsur SAR, dari kepolisian, TNI, BPBD, Satpol PP, PMI, Dishub, Dinas Pemadam Kebakaran, asal Bojonegoro, Tuban, Ngawi dan Provinsi Jawa Timur, dibantu relawan ACT-MRI serta warga sekitar. (ris)
Editor : M Nur Afifullah