KLIKJATIM.Com | Magetan – Kabar penemuan anak yang konon hilang karena disembunyikan makhluk gaib alias demit menggegerkan jagat maya. Berita yang akhirnya viral di media sosial (medsos) Instagram ini disebutkan terjadi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
[irp]
Baca juga: Tembus Pasar Global, Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng Banyuwangi
Awalnya, kabar ini muncul setelah akun @dolanmagetan mengunggah sebuah gambar bertuliskan ‘Hilang Dibawa Makhluk Gaib, Bocah Kenongomulyo Ditemukan Selamat Dikebun Pisang’ di Instagram.
Di dalam captionnya disebutkan bahwa kejadian yang menimpa warga Kecamatan Nguntoronadi, Magetan ini pada Sabtu, tanggal 23 Oktober 2021. Bocah tersebut ditemukan tertidur di bawah pohon pisang tetangganya.
Ia pun menuliskan kronologis yang menyebutkan, bocah ini awalnya main hujan-hujan bersama teman-temannya sampai menjelang maghrib. Namun saat diajak pulang sama temannya, si korban tidak mau dengan alasan takut dimarahi ortunya.
Karena tak pulang-pulang, akhirnya bocah tersebut pun dicari ke beberapa tempat. Tapi keberadaannya belum juga ketemu. Bahkan, proses pencariannya disebut telah melibatkan orang indigo dan menduga bahwa korban hilang karena dibawa makhluk gaib. Sebab korban belum juga ditemukan sampai tengah malam sekitar pukul 00.00 WIB.
Baru sekitar menjelang subuh ada kabar baik. Korban berhasil ditemukan di kebun pisang tetangganya yaitu di dekat kandang dalam keadaan lemas. Kemudian langsung ditolong dan dibawa ke rumahnya.
Dalam postingannya tersebut, akun @dolanmagetan juga menuliskan pesen agar segera pulang ketika sudah mendekati waktu maghrib. “Nek wayahe surup magrib (sandiolo) nek dolan ndang muleh yah dolaners! (Kalau sudah waktunya maghrib yang masih bermain sebaiknya segera pulang ya dolaners, red),” tulisnya.
Pantauan klikjatim.com, postingan itu ternyata mendapat like hingga 2.870 dari netizen dan 72 komentar.
Salah satunya komentar dari akun @firnania6. "Sama seperti anak ku waktu maghrib niatnya mau kerumah mbahnya yg jarak 5 rmh dr rumahku.dlm pandangan kosong mau menghampiri pohon pisang untungnya ditepok bahunya sama mbh buyutnya lgsung tersadar waktu ditanya katanya dia dipanggil perempuan cantik dibawah pohon pisang itu.#ya percaya nggak percaya itu sekedar kejadian yg pernah anak ku alami.....semenjak itu ayahnya melarang dia keluar waktu menjelang akan maghrib tiba," tulisan @firnania6.
Akun @Firnania6 juga menuliskan sebagai berikut, yang lebih heran nya lagi anak ku itu diam sambil nunjuk2 area kebon pisang itu sambil bilang "kui lo mbah aku diceluk kro wong wedok kui ketok e arep njaluk tulung aku" sambil cepat2 akan jalan lebih mendekati pohon pisang itu lalu mbah buyut nya yg sepulang dr sawah langsung menarik tangan anak ku dan mengajaknya pulang…(stiker emoticon menangis)…(ini kjadian malah klo gak salah inget anak ku kls 3 SD dan skrg udah kls 5 SD).
"Dan mbah buyut nya lihat di pohon pisang sama skali tidak ada orang ataupun perempuan yg disebut oleh anak ku itu.sepulang kerja ayahnya saya critain kejadian ini sambil bilang masih untung kita kalau nggak kita udah kebingungan minta tolong pak kyai.....(maaf ya min critaku agak panjang cuma berbagi pengalaman yg pernah anak ku alami dan ini bner2 bukan isapan jempol belaka) saling mengingatkan agar hati2 dan tetap waspada menjaga anak dan mengawasinya ketika bermain apabila menjelang akan maghrib tiba segeralah dicari dan dipanggil.(padahal anak ku ini habis maem trs pamit mau krumah mbah nya)," sambung akun @Firnania6.
Baca juga: Perkuat Distribusi Energi, Patra Logistik Resmi Kelola Operasional Armada SKID LPG di Jatimbalinus
"Baru denger di Magetan," demikian komentar akun @galanh_poll.
Sementara, admin @dolanmagetan menjelaskan bahwa anak tersebut dari sore hingga maghrib belum pulang. Kemudian ada orang indigo yang menerawang keberadaan korban.
"Diterawang katanya dibawa makhluk halus. Eh ditemukan di dekat pohon pisang milik tetangganya. Satu desa sama saya," tambahnya melalui pesan WhatsApp.
Saat dikonformasi, Kepala Desa (Kades) di Nguntoronadi, Heri Suwarno membenarkan bocah yang hilang tersebut adalah warganya. Korban hilang pada Sabtu sore (23/10/2021) dan ditemukan Minggu (24/10/2021) pagi. "Betul, itu hilang kemarin tapi sudah ditemukan," ujar Heri. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad