KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan pembekalan melalui pendidikan dan latihan terhadap 154 calon kepala sekolah (Kasek). Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan formal di Gresik.
[irp]
Baca juga: Petronite Fest 2026 Jadi Pengungkit Ekonomi UMKM, Perputaran Uang Diproyeksi Lebih dari Rp10 Miliar
Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Aminatun Habibah menerangkan, pendidikan dan latihan (diklat) calon kepala sekolah ini untuk membekali para calon kasek sebelum bertugas menjadi kepala sekolah. Karena itu para calon kasek diminta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
“Ilmu itu terus bergerak maju, Anda saya minta untuk terus belajar dan belajar untuk mengupdate ilmunya baik itu secara formal maupun informal,” pinta Bu Min, sapaan Wabup Gresik saat membuka diklat, Selasa (19/10/2021).
Menurutnya, saat ini banyak sekali sumber ilmu yang bisa didapat. Yaitu bisa dari buku maupun dari sumber yang lain, misalnya dari dunia maya.
Baca juga: Pengurus BP3MNU Randegansari Gresik Raih Gelar Doktor Lewat Kajian Tafsir Humanistik Gus Dur
“Kalau Anda tidak mau memperbarui ilmu, jangan salahkan kalau murid Anda nantinya lebih pandai dari Anda,” tantang Wabup.
Bu Min juga meminta agar para calon kasek ini tetap menjadi guru atau pendidik. “Kepala sekolah hanya sebagai fungsi tambahan sebagai manejerial, supervisor, bisa menyusun anggaran, inovatif dan aktif. Fungsi utama Anda tetaplah sebagai guru yang selalu mendidik dan mengajar,” tegasnya.
Selanjutnya, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik, Hariyanto menambahkan, diklat kali ini diikuti 154 calon kasek yang pelaksanaannya dibagi dalam 2 kelompok dan tempat. Masing-masing kelompok sebanyak 77 orang.
“Sejumlah tahapan materi penting yang bakal menjadi rujukan ilmu ketika dia menjabat kepala sekolah nanti yang harus diikuti yaitu, on the job training I dan II, in service training I dan II,” tutur Hariyanto.
Dalam kesempatan ini juga hadir sebagai pemateri dari perwakilan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gresik dan Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Eko Budi Laksono. (*/nul)
Editor : Redaksi