Arumi Bachsin Borong Kripik Gedebog Jember, Begini Katanya

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Jember--Ketua Dekranasda Jatim Arumi Emil Dardak mengaku baru pertama kali mencicipi Kripik Gedebog Pisang. Itu setelah dia membuka Bazar dan Pelatihan Enterpreneurship Coaching di Yonarmed 8/105 Jember, Kamis (7/10/2021).

[irp]

Baca juga: Kabupaten Sumenep Pimpin Daerah Berinflasi Terendah di Jawa Timur pada Juni 2026

Pada kesempatan itu, Arumi mencicipi Kripik Gedebog hasil olahan UMKM Jember. "Saya borong Kripik Gedebog Pisang, karena ini adalah cemilan yang unik. Apalagi tadi saya lihat sudah dilengkapi dengan nomor P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) sudah pasti enak dan sehat," ujar Arumi.

Kripik Gedebog pisang yang dicicipi oleh Arumi itu, merupakan inovasi terbaru dari peserta bazar pada produk olahan makanan. Selain Kripik Gedebog Pisang, ada juga Wedang Pokak kemasan instan, yang rencananya akan dilaunching sebagai minuman khas Jember.

Kegiatan Bazar dan Pelatihan itu sendiri merupakan sinergi antara Kodim 0824 Jember bersama dengan Garda Indag Korwil Jember, yang digelar mulai 7-9 Oktober 2021.

Baca juga: Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik Terkait Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

Arumi pun mengapresiasi kegiatan bazar dan pelatihan enterpreneur yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Yonarmed 8/105 tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan program yang kreatif.

"Ini adalah salah satu bentuk usaha, bahwa Jatim harus segera bangkit. Itu pesan dari Ibu Gubernur. Dimana kita juga ketahui, pandemi covid ini juga tidak hanya berdampak pada kesehatan yang terdampak, namun juga UMKM," terang Arumi.

Baca juga: Sumur Bor Warga di Omben Sampang Mendadak Semburkan Api Setinggi Satu Meter

Dengan adanya slogan 'Jatim Bangkit', kata dia, diharapkan Jatim dapat kembali bangkit. Apalagi saat ini dari 38 Kabupaten dan Kota di Jatim, 27 Kab/Kota di antaranya sudah masuk dalam zona level 1.

"Berbeda dengan Provinsi lainnya, yang roda perekonomiannya ditopang oleh mayoritas pabrik besar, misalnya saja Jawa Barat dan Banten. Kalau di lockdown maka roda perekonomian akan berhenti. Berbeda dengan Jawa Timur dimana backbone roda perekonomiannya 60 persen berasal dari produk UMKM. Saya optimis, ekonomi Jatim akan lebih mudah segera kembali bangkit apalagi banyak inovasi dari para pelaku UMKM-nya sendiri," jelas Arumi.(mkr) 

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru