KM Rahayu Muatan Semen Dan Genteng Tenggelam Saat Menuju Perairan Pulau Bawean

klikjatim.com
Beberapa ABK kapal saat diselamatkan dan dievakuasi ke daratan pantai Dusun Pamona Bawean (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Insiden kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Pulau Bawean. Kapal Motor (KM) Rahayu muatan ribuan semen dan genteng itu tenggelam usai mengalami kebocoran. Beruntung tidak ada korban jiwa dan semua awak crew kapal selamat.

[irp]

Baca juga: Gelar Salat Id Bersama Forkopimda, Bupati Sampang Ingatkan Kesetaraan Umat di Hadapan Allah SWT

Peristiwa yang dihimpun kapal sedang berjalan dari Pelabuhan Sidayu Lawas Kabupaten Lamongan menuju Pulau Bawean sekitar pukul 23.00 WIB, Senin (27/9).

Keesokan harinya, Selasa (28/9) sekitar pukul 17.00 WIB dan  hampir 16 jam perjalanan, tiba-tiba kapal mengalami ke bocoran air masuk dalam kapal.  Nahkoda kapal dan ABK Kapal hampir satu jam  mencari dimana sumber air yang masuk dalam kapal tetapi tidak menemukan karena di halangi muatan tersebut.

Lalu air semakin banyak masuk di Kapal, nahkoda kapal pun langsung minta tolong ke kapal nelayan yang melintas di lokasi.

Kasat  Satpolairud Polres Gresik AKP Poerlaksono melalui Kanit Satpolairud Pulau Bawean Bripka Sodiq Susanto mengatakan, kapal tenggelam di perairan  Pulau Bawean.

“Lokasi tenggelamnya sekitar 15 Mil dari bibir pantai Sangkapura Bawean,” ungkapnya, Selasa (29/9/2021).

Baca juga: Salat Id di Masjid Darussalam, Bupati Bojonegoro Titipkan Tiga Pesan Sakral Iduladha

Dikatakan, lima  ABK kapal beserta nahkodanya dibantu nelayan asal Pamona Desa Sidogedungbatu Kecamatan Sangkapura yang sedang melintas dekat mencari ikan dengan kapal motor itu.

“Ditolong  oleh nelayan, dan dibawa  ke darat pamuna. Nahkoda dan abk kapal dalam keadaan selamat semua,” bebernya.

Sodiq memperkirakan kerugian dari barang muatan semen yang berjumlah 1400 bal dan 1500 biji genteng yang dibawa dari Pelabuhan Sidayu Lawas Lamongan.

Baca juga: Bikin Resah Warga, Pemuda di Jember Rekayasa Aksi Begal Demi Dapat Uang Orang Tua

“Kerugian mencapai 700 juta,” imbuhnya.

Adapun lima ABK korban yang selamat diantaranya, Safi'i sebagai nahkoda (55) Herman (30), Hasan (25), Marhawai (35) dan Karmal (40) semua warga asal Desa Tanjung Ori Kecamatan Tambak Pulau Bawean Kabupaten Gresik. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru