Ajak Pemirsa Cerdas, Lembaga Sensor Film Kenalkan Sensor Mandiri

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Wakil Ketua LSF RI Erfan Ismail dan Wabup Gresik serta Prof Zainuddin Maliki memberikan keterangan pers. (Abdul Aziz Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia memberikan edukasi kepada masyarakat tentang sensor mandiri. Ajakan untuk menggalakkan budaya sensor mandiri agar masyarakat bisa memilih tontonan, maupun hiburan yang berkualitas ini disampaikan dalam acara di salah satu hotel Gresik, Sabtu (25/9/2021).

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Wakil Ketua LSF Indonesia, Erfan Ismail menuturkan, tujuan sosialisasi budaya sensor mandiri untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menilai sebuah tontonan. "Pada dasarnya ini juga (bertujuan) meningkatkan literasi perfilman, karena pasti hasil dari sensor LSF tidak sempurna. Nah, disitu masyarakat bisa memilah tontonan atau film yang berkualitas," ujar Erfan.

Meski budaya sensor mandiri sudah membumi dalam masyarakat, namun tidak lantas kemudian LSF dibubarkan. Karena sensor mandiri sendiri menurut Erfan ada dua, yakni dari sineas atau pembuat film, dan dari masyarakat sebagai penikmat film.

Karena disrupsi dunia perfilman digital dalam layanan Over The Top (OTT) sangat luar biasa, seperti Netflix GoPlay dan sebagainya. Sehingga masyarakat tetap harus didampingi oleh lembaga sensor negara.

"Nah, kita selain punya fungsi melakukan sensor, juga bertanggungjawab mengedukasi masyarakat," papar dia.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi X DPR-RI, Zainuddin Maliki mengapresiasi apa yang dilakukan LSF dalam memberikan sosialisasi budaya sensor mandiri di Gresik yang merupakan dapilnya. "Sehingga nantinya, bila dunia perfilman Indonesia sudah bagus, masyarakat bisa menikmati tontonan karya anak bangsa," kata dia.

Menurut Zainuddin, sangat mendesak dilakukan edukasi kepada masyarakat agar bisa memilih sendiri film-film yang bagus atau tidak. Sebab kualitas sinetron dan film di Indonesia diakui belum semuanya bagus.

"Di komisi saya banyak juga anggota yang berlatar belakang insan perfilman, seperti mas Rano Karno yang cerita banyak sinetron sekarang digarap tanpa mikir," seloroh anggota Fraksi PAN itu.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah juga mendukung penuh upaya SLF dalam sosialisasi budaya sensor mandiri di Gresik. 

Bu Min, sapaan akrabnya menyambut baik rencana SLF membentuk pilot projects Desa Sensor Mandiri di Kabupaten Gresik. "Karena saya juga penikmat film, nanti desa mana yang cocok akan kami carikan dan fasilitasi, dan akan kami koordinasikan dengan mereka (LSF). Dan bila membutuhkan sokongan anggaran nanti kami carikan cantolan regulasinya," ungkap Bu Min. (nul)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru