KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor langsung meninjau ke Pasar Krian setelah mendapatkan laporan bahwa atap di pasar berlantai tiga tersebut ambruk. Ia berangkat dari Pendopo menuju Pasar Krian dengan bersepeda alias gowes, Minggu (19/9/2021).
[irp]
Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global
Sebelumnya, Gus Muhdlor---sapaan Bupati Sidoarjo---mendapat laporan itu dari perwakilan pedagang Pasar Krian. "Kemarin perwakilan pedagang ke Pendopo menyampaikan kalau kondisi atap Pasar Krian ambruk. Hari ini kita cek ke lokasi dan langsung saya perintahkan diperbaiki," kata Gus Muhdlor didampingi perwakilan pedagang pasar Krian, Sholeh.
Bukan hanya diperbaiki atapnya saja, tapi Bupati juga minta ada revitalisasi lainnya. Karena kondisi pasar Krian membutuhkan peremajaan. Termasuk juga akan dicat agar kelihatan bersih dan menarik.
"Sudah waktunya direvitalisasi, nanti kita sediakan catnya dan pedagang tadi mengatakan bersedia mengecat sendiri stand pasarnya masing-masing," ujarnya.
Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun
Adapun diketahui bahwa penyebab ambruknya atap yang berada di lantai tiga itu akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Sidoarjo beberapa waktu lalu. Selain itu, kondisi bangunan atap memang sudah waktunya direvitalisasi.
Sholeh, perwakilan dari pedagang mengaku puas karena keluhannya langsung direspon oleh Bupati Sidoarjo. Dia dan pedagang pasar lainnya mengapresiasi gerak cepat Gus Muhdlor yang langsung menginstruksikan perbaikan.
Baca juga: MPM Honda Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Karyawan Lewat Pelatihan Penanggulangan Kebakaran
"Kita, para pedagang lega keluhan kita langsung ditindaklanjuti. Karena kalau tidak segera diperbaiki banyak pedagang yang tidak bisa berjualan, karena di lantai tiga ini ada ratusan stand," paparnya.
Sekadar informasi, di sela-sela kegiatan sidak Gus Muhdlor juga sempat memborong beberapa tas milik Aminah. Awalnya perempuan yang sudah berjualan di Pasar Krian belasan tahun itu mengeluh kepada Bupati bahwa selama pandemi dagangannya sepi pembeli. (nul)
Editor : Catur Rini