PKK Gresik Ajak Remaja Kolaborasi Praktekkan Gaya Hidup Zerowaste

klikjatim.com
Ketua PKK Kabupaten Gresik meninjau museum plastik

KLIKJATIM.Com | Gresik — Ketua TIM penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani bersama tim PKK Kecamatan Wringinanom mengunjungi museum plastik Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) di Dusun Krajan Desa Wringinanom Kecamatan Wringinanom Gresik.

[irp]

Baca juga: Logistik Papua Selatan Bergairah, Arus Peti Kemas TPK Merauke Melonjak 13,5 Persen

Putri KH Agoes Ali Mashuri itu juga meninjau laboratorium mikroplastik Ecoton, rencananya pihaknya akan membuat program pemberdayaan sekolah perempuan dan pkk desa untuk mengolah sampah terpilah dan edukasi pengurangan plastik sekali pakai.

“Kami mendorong gaya hidup zerowaste melalui upaya memilah sampah dan mengurangi plastik sekali pakai dan diperlukan dukungan pemerintah dan anak muda,” ungkapnya, Rabu (15/9/2021).

Neng Nurul sapaan akrabnya mengaku kagum saat diperlihatkan piramida sampah di depan Kantor ecoton.

“Membuat saya "amazing" bisa menjadi sarana edukasi kepada semua pihak untuk mulai mengelola sampahnya, memilah dan mengurangi sampah agar bisa mewujudkan zero waste,” ujar Ning Nurul.

Lebih lanjut, pihaknya siap berkolaborasi untuk mendorong program zerowaste.

Baca juga: Bikin Kupang Makin Menyala! Booth Honda Guncang Honda DBL 2026 dengan Promo Spesial dan Riding Test

“Kami di PKK Gresik sejalan dengan gagasan ecoton dalam upaya pengurangan timbulan sampah melalui 3R (reduce, reuse dan recycle) kita harus mau mengurangi sampah yang kita hasilkan,” tambah Ning Nurul

Tonis Afrianto direktur teknis zero waste ecoton, menjelaskan bahwa ecoton sedang mengkampanyekan gaya hidup zero waste atau meminimalkan sampah kepada anak muda dan perempuan di wilayah Gresik Selatan dengan menggelar pameran bahaya penggunaan plastik sekali pakai.

“Saat ini kami sedang menggelar pameran bahaya plastik sekali pakai dengan membuat instalasi lorong yang terbuat dari 3544 botol plastik yang setara dengan sampah botol plastik yang dihasilkan oleh masyarakat selama 3 tahun,” ungkap pemuda asal Wringinanom itu.

Dikatakan, sebelumnya ecoton mengikuti pameran instalasi botol plastik fish fersus flastik yang digelar selama september 2021. Selain instalasi botol plastik juga dipamerkan instalasi sachet dalam jala ikan dan instalasi tas kresek.

Baca juga: Kunjungi KEK JIIPE Gresik Bersama Dahlan Iskan, Rombongan Explore Business Disway Intip Masa Depan Industri Indonesia

“Air, ikan, garam dan udara di Gresik terkontaminasi mikroplastik, kondisi ini mengkhawatirkan karena mikroplastik akan terakumulasi dalam tubuh manusia yang bisa menyebabkn gangguan hormon seperti menopause dini, gangguan reproduksi dan kelainan hormonal,” ujarnya.

Peneliti mikroplastik ecoton mengungkapkan, mikroplastik bersumber dari remah-remah atau protolan sampah plastik seperti tas kresek, styrofoam, botol plastik, popok, sachet dan packaging plastik. “Sampah yang menumpuk di sungai atau tempat sampah akan terpecah-pecah menjadi serpihan plastik berukuran lebih kecil dari 5 mm yang disebut mikroplastik, dalam rantai makanan mikroplastik masuk tubuh manusia melalui air, ikan, sayuran dan udara,” pungkas dia. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru