KLIKJATIM.Com | Pasuruan—Selama dua pekan, SMKN 2 Sukorejo menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Agar lebih aman, sekolah membentuk tim satgas tingkat sekolah yang anggotanya, tenaga pengajar (guru), siswa serta tenaga keamanan sekolah.Â
[irp]
Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026
Satgas inilah yang menjadi pengawas aktifitas PTM di sekolah yang memiliki 1.000 lebih murid, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.
"Kami selalu awasi aktifitas anak-anak di sekolah," kata Kepala Sekolah SMKN 2 Sukorejo, Moh Supandri, Rabu (15/9/2021).
Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan
Menurut Supandri, ketika ada aktifitas yang melanggar prokes, langsung diingatkan dan diberikan teguran secara lisan. Teguran ini, kata dia, berlaku untuk siapa saja. Siapapun yang melanggar akan diberikan teguran yang sama, baik guru ataupun siswa.
"Satgas tingkat sekolah inilah yang keliling setiap jam pelajaran. Semisal ada kerumunan di kelas, langsung diingatkan untuk jaga jarak," tambahnya.
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
Supandri menjelaskan, saat ini siswa yang PTM terbatas hanya 25 persen dari total siswa di masing-masing kelas. Sisanya,mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.
"Nanti dibuat secara bergantian. Yang penting anak-anak sudah bisa kembali PTM sekalipun terbatas," lanjut Supandri.(mkr)
Editor : Redaksi