KLIKJATIM.Com | Gresik — Mahasiswi asal Desa Daun, Sangkapura, Bawean Raudhatul Jannah dikabarkan mengalami gangguan kesehatan setelah melakukan vaksinasi covid-19. Saat ini, mahasiswi Universitas Gresik itu sedang terkapar di rumahnya Kampung Sungai Lengkong Dusun Gunung Laok.
[irp]
Baca juga: Gelar Salat Id Bersama Forkopimda, Bupati Sampang Ingatkan Kesetaraan Umat di Hadapan Allah SWT
Wanita berusia 23 tahun mahasiswi Unigres itu tengah terbaring lemas. Tatapannya kosong, tubuhnya juga mengalami penurunan berat badan. Sempat diminta untuk melakukan rujuk ke RS setempat, namun dirinya mengaku trauma usai mengalami gangguan kesehatan usai vaksinasi.
“Kami sebenarnya ingin merujuk ke RS, tapi anak yang tidak mau, sudah trauma,” ungkap ayah Jannah, Mislih di rumahnya, Sabtu (11 /9/2021).
Mislih bersama ibu merawat Jannah mulai memindahkan Jannah ke kamar mandi sampai memberikan obat kepada Jannah. Karena sampai saat ini kondisi Jannah masih lemas, dan masih belum bisa normal berjalan. Jannah diketahui mengalami penyakit batuk dan flu usai menjalani vaksinasi dosis pertama di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Maret lalu.
“Saat itu anak saya sedang tidak ingin divaksin, karena masih demam, tapi karena untuk menjalani tugas magang harus vaksin, ya mau gak mau anak saya melakukan vaksin. Sempat menolak tapi perawat mencontreng list vaksinasi dan dilakukan vaksin,” beber Mislih.
Setelah usai vaksinasi, Jannah mengalami penyakit batuk terus menerus hingga untuk melakukan dosis kedua vaksinasi harus pending seminggu. Dan bulan Mei lalu, orang tua Jannah membawa pulang ke Bawean.
“Kalau dikasih Pil, penyakit batuknya tambah jadi, bahkan empat kali muntah kalau dikasih pil, akhirnya saya memberikan ramuan obat herbal dari madu untuk meringankan penyakit anak saya,” ujarnya.
Setelah dilakukan pengobatan ramuan herbal, ada peningkatan dialami oleh Jannah. Kini sudah bisa duduk. Yang sebelumnya makan pun harus dengan berbaring.
Mislih menambahkan, kondisi anaknya makin memprihatinkan sejak pertengahan Agustus lalu. Dirinya ingin memeriksakan ke Puskesmas atau RSUD Umar Masud, namun ia takut nanti divonis Covid-19 oleh pihak Rumah Sakit.
Baca juga: Salat Id di Masjid Darussalam, Bupati Bojonegoro Titipkan Tiga Pesan Sakral Iduladha
Bagaimana dengan pendidikan anaknya, rencana akan melakukan wisuda bulan Oktober ini. Dan Jannah diketahui melakukan profesi magang ners di RSUD Ibnu Sina Gresik selama 2 bulan lebih.
“Alhamdulillah ijazah kuliah perawatannya di Unigres Gresik sudah selesai, tinggal ujian porfesi perawatnya, insyallah besok akan ada beberapa dosen dari Unigres datang besuk ke sini,” imbuh Mislih.
Dokter penyakit dalam RSUD Umar Mas’ud Bawean pun melakukan sejumlah pemeriksaan.
Direktur Utama RSUD Umar Mas’ud Bawean Tony S Hartanto mengatakan, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap Jannah. Terutama untuk melakukan uji laboratorium. Sebab, mahasiswi semester akhir itu sebelumnya dikabarkan karena pengaruh vaksinasi.
“Kemarin kami cek, terutama untuk foto rontgen untuk melihat paru-parunya,” ucap dokter umum itu.
Baca juga: Bikin Resah Warga, Pemuda di Jember Rekayasa Aksi Begal Demi Dapat Uang Orang Tua
Menurutnya, jika dilihat dari diagnosa awal, kondisi yang dialami Jannah mengarah ke tuberkolosis (TB). Karenanya, untuk memastikan secara medis perlu dilakukan sejumlah tindakan. “Tadi sudah ada petugas yang cek, hemeglobin (Hb) darahnya sangat rendah 6,9,” imbuhnya.
Tony menegaskan tentang penyakit yang ada di tubuh Jannah bukan karena kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI) atau gejala usai vaksinasi. Terhitung lima bulan sejak Maret lalu yang bersangkutan belum memeriksa ke Rumah Sakit, sehingga mengalami kronis Tbc. Kini pasien sedang dilakukan perawatan jalan dari rumah oleh Rumah Sakit.
Selanjutnya, pihaknya akan melakukan pengobatan kepada Jannah salah satunya dengan transfusi darah.
“Alhamdulillah sudah kami lakukan tes swab antigen hasilnya negative, yang ditakuti keluarga kita singkirkan, besok kita edukasi melalui kepala desa dan tokoh masyarakat setempat agar pasien bisa dilakukan perawatan di RSUD Umar Masud,” jelasnya. (bro)
Editor : Redaksi