Alasan Mangga Gresik Diminati Pasar Ekspor, Ini Rahasianya

klikjatim.com
Bupati bersama Kepala Bea Cukai Gresik, Anggota DPRD Gresik serta pemilik usaha mangga Nastain jelang pengiriman barang untuk ekspor di Balai Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Hasil pertanian mangga Kabupaten Gresik menjadi salah satu komoditas yang diminati pasar ekspor. Diakui, memang ada beberapa keunggulan sehingga negara tetangga seperti Singapura kepincut dengan mangga milik petani asal Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu.

Apa rahasianya?

Baca juga: Pansus DPRD Gresik Desak Pemkab Tingkatkan Optimisme Proyeksi Fiskal dalam RPJMD 2025–2030

[irp]

Nastain, petani sekaligus pemilik usaha mangga asal Desa Gedangan ini mengatakan, pasar internasional saat ini memang tertarik dengan jenis mangga yang harum dan manis. Belum beralih ke jenis mangga yang lain. “Untuk jenis mangga lainnya belum ada pembelinya di luar negeri,” katanya kepada klikjatim.com, Jumat (27/8/2021).

Untuk mangga jenis harum manis ini diakui punya keunggulan. Selain baunya yang harum dan rasanya manis, juga berukuran besar. Sehingga para pembeli dari luar negeri selalu pesan.

Baca juga: Polisi Akan Panggil Orang Tua dan Guru Remaja yang Tenteng Celurit di Kabupaten Gresik

“Di Jatim, penghasil mangga ada dari Pasuruan dan Probolinggo, tapi di Gresik punya rasa tersendiri dengan kondisi tanah kapurnya. Ini yang menjadi perbedaan soal rasa,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk panennya bisa setiap tahun dengan masa perawatan selama tiga bulan. “Kami menanam sendiri, sejak bulan empat (April) lalu sampai bulan ini kami sudah bisa ekspor. Kalau semuanya dihitung satu tahun ada 100 ton panen mangga yang kami hasilkan di Desa Gedangan ini,” paparnya.

Baca juga: Ada Enam Lowongan Kerja di Bogasari Flour Mills Surabaya Tahun 2024, Buruan Lamar Gaji Tinggi

Butuh perawatan khusus untuk jenis mangga harum manis ini. “Seperti pemupukan saat awal tunas, kemudian penyemprotan saat sudah muncul kembang seminggu sekali dengan tiga kali semprotan, kemudian muncul buah kecil hingga membesar dan panen. Terhitung tiga bulan dari proses kembang dan berbuah kecil,” urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mangga jenis harum manis milik Nastain, petani sekaligus pengusaha asal Desa Gedangan, Sidayu ini dikirim ke Singapura dalam pengiriman perdana pada Kamis (26/8/2021) kemarin. Mangga tersebut dibeli seharga 5 dolar singapura atau Rp 50 ribu per kilogram. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru