Kawasan Perbukitan Gunung Teguh Bawean Terbakar, Warga Gotong Royong Memadamkan

klikjatim.com
Warga Gunung Teguh berteguh memadamkan api yang membakar kawasan perbukitan Selasa malam

KLIKJATIM.Com | Gresik — Areal perbukitan Gunung Teguh,  Dusun Gunung  Tinggi Desa Gunung Teguh, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Gresik terbakar, Selasa 917/8/2021) malam. Kebakaran ini membuat warga sekitar kelabakan dan berupaya memadamkan.  Dalam kejadian kebakaran di musim kemarau ini tidak ada korban dan jauh dari pemukiman warga.

[irp] 

Baca juga: Hari Pertama MPLS SDIT Al Ibrah Gresik: Usung Tema "Good Manner, A Brilliant Future"

Diketahui gunung yang terbakar di Bawean ini bernama Gunung Beto Korse / Tarona. Berdasarkan data yang dihimpun, kebakaran puncak gunung tersebut terjadi sekitar pukul 17.WIB Selasa sore, (17/8/2021). 

Kepala Desa Gunung Teguh Abdul Haris mengatakan, kejadian gunung tersebut sontak warga dibuat kaget. Warga beserta para pemuda setempat serta Pemuda Ansor Bawean langsung berduyun-duyun mendatangi lokasi kebakaran, untuk memadamkan api. 

[caption id="attachment_76532" align="alignnone" width="164"] Areal yang terbakar megeluarkan asap di Gunung Teguh, Bawean, Rabu (18/8/2021) pagi[/caption]

“Saat diketahui masyarakat, api langsung membesar membakar pohon dan rumput sekitar wilayah gunung itu,” ungkap Haris melalui sambungan selulernya, Selasa (17/8/2021). 

Baca juga: Hadiri Mukerda MUI Jatim di Grahadi, Khofifah Soroti Pentingnya Sanad Keilmuan di Ruang Digital

Haris mengaku masyarakat kesulitan saat memadamkan api, pasalnya di sekitar gunung tidak ada sumber air. Kalau pun ada pun jauh. Sehingga masyarakat memadamkan seadanya. 

“Hampir 1 KM dari pemukiman. Dan musik kemarau pun sulit air di wilayah itu. Warta dan pemuda secara tradisional. Ada yang menginjak, memukul dengan kayu agar api bisa padam dan tidak membesar,” beber Haris. 

Haris memastikan api tidak sampai ke wilayah daratan pertanian sekitar warta setempat. Dan api pun berhasil dipadaman sekitar pukul 19.00 WIB. 

Baca juga: TTL Gandeng BRIN Petakan Biota Laut, Perkuat Implementasi ESG dan Komitmen Green Port

“Sekitar tiga jaman dilakukan pemadaman dan besok akan kami cek lagi, barangkali masih ada api yang tersisa,” jelas Haris. 

Selain warga jajaran Muspika Kecamatan Sangkapura juga turut serta membantu proses pemadaman api itu.  “Masih belum diketahui sebabnya, dan memang musim kemarau sangat rawan,” pungkas Haris.  (rtn)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru