Bupati Jember Ikuti Rakor Bersama Menko Marves Bahas Evaluasi Penanganan Covid-19

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Jember - Bupati Jember Hendy Siswanto, Wakil Bupati Jember MB. Firjaun Barlaman, mengikuti rapat koordinasi secara virtual yang dipimpin oleh Menko Marves RI, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, Senin sore (16/08/2021). Ikut dalam rakor tersebut Dandim 0824 Letkol Inf. La Ode M. Nurdin serta Kapolres Jember AKBP. Arif Rachman Arifin.

[irp] 

Baca juga: Tukang Bangunan Jember Naik Haji,Tabungan Uang Koin Rp 1.000 Selama 14 Tahun

Rapat tersebut membahas evaluasi penerapan PPKM dalam upaya penanganan Covid-19. Luhut menyampaikan, warga yang isoman angkanya masih tinggi daripada isoter sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan kluster-kluster baru. Untuk itu dia mengimbau setiap Satgas penanganan Covid-19 di masing-masing kota dan kabupaten untuk memindahkan ke isoter. Alasan perlunya penderita Covid-19 diprioritaskan untuk dirawat di fasilitas isolasi terpusat karena untuk kasus dengan gejala sedang hingga berat bila ditangani di rumah maka akan berakibat fatal.

Dia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Covid-19 ini bahwa saat ini membuahkan hasil yang baik dimana terkait BOR semakin baik, positivity rate semakin menurun, kesembuhan terus naik serta vaksinasi terus didorong di Jawa-Bali.

“Saya mohon betul teman-teman sekalian gencarkan isoter serta 3T terus dilakukan,” kata Luhut.

Baca juga: Verval Data Warga Miskin Jember Hadapi Medan Berat, ASN Tempuh Jalur Ekstrem Demi Akurasi Bansos

Luhut juga menyinggung terkait penanganan ibu hamil yang terpapar Covid-19 supaya disediakan fasilitas khusus di isoter. Selain itu dia juga menyinggung tentang perbaikan data.

Luhut meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk segera melaksanakan vaksinasi agar kekebalan tubuh semakin meningkat dan herd immunity segera terbentuk di masing-masing daerah.

Baca juga: Laka Maut di Tikungan Gumitir: Nekat Mendahului, Truk Hantam Pengendara Motor Hingga Tewas

“Nah orang yang meninggal itu rata-rata tidak divaksin. Saya ulangi, rata-rata yang meninggal itu orang yang tidak divaksin. Jadi kalau divaksin tetap kena, rata-rata dia mild atau tidak parah (gejalanya),” sebutkan. Karenanya, Menko Luhut menganjurkan semua masyarakat untuk vaksin. “Sekarang sudah 80 juta vaksin yang disuntikkan dan Pak Budi (Menkes) sudah menyampaikan bahwa vaksin kita ndak ada masalah,” tutupnya. (ris)

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru