KLIKJATIM.Com | Magetan - Naas dialami Basuki (60). Petani asal Desa Sumberjo Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan tewas terlambat kereta api di perlintasan tanpa plang, Minggu (1/8/2021).
[irp]"Tadi kejadiannya sekitar pukul 06.00 wib pagi. Tepat di depan warung saya, " ujar salah satu saksi, Supingi (60).
Dia menyebut awalnya korban berangkat ke sawah sebelum jam 06.00 wib itu. Entah kenapa korban berbalik lagi.
Pada saat balik itulah korban tertabrak kereta dari arah barat atau Jakarta menuju timur atau Surabaya. "Warga sudah meneriaki sebenarnya. Tapi korban nyelonong, " tambahnya.
Menurutnya korban bersama kendaraanya tersambar kereta, korban alami luka parah pada bagian kepala dan ususnya sampai terburai. "Korban meninggal dilokasi seketika," terangnya
Warga sempat mengevakuasi ke tepi agar tidak tertabral tidak tertabrak lagi apabila ada kereta lewat. Kejadian ini kemudian oleh warga dilaporkan ke - polsek Maospati jenazahnya kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Sayidiman untuk dilakukan visum.
" Seumur umur selama saya tinggal disini baru sekali ini ada warga yang tertabrak kereta disini. Kalo ternak seperti kambing ayam sering," jelasnya.
Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global
Pemilik warung Supingi, bila pas melihat kereta lewat ada yang menyerang sebenarnya selalu mengingatkan, namun pas ini korban tidak mendengarnya.
Sementara itu pihak KAI daop 7 Madiun saat dihubungi melalui sambungan telepon belum mereposponya. (rtn)
Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun
Editor : Fauzy Ahmad