KLIKJATIM.Com | Jakarta - Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti menyatakan perusahaan mencatatkan kinerja positif pada Kuartal II/2021 di tengah pembatasan mobilitas masyarakat. Berdasarkan laporan perusahaan berhasil memperoleh laba bersih (belum diaudit) sebesar Rp3 triliun dan penjualan bersih mencapai Rp20,2 triliun ditopang dari kontribusi positif produk makanan.
[irp]
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
Ira menjelaskan terkait tantangan yang dihadapi, seperti fast-moving consumer goods (FMCG) belum sepenuhnya pulih karena konsumen masih berhati-hati dalam memilih pola konsumsi di beberapa kategori dasar. Hal itu tentunya mempengaruhi tingkat pertumbuhan dari Perseroan. Kondisi ini juga ditambah dengan kenaikan harga komoditas yang mulai mempengaruhi biaya produk.
“Kondisi ini masih ditambah dengan kenaikan harga komoditas yang mulai mempengaruhi biaya produk,” ungkap Ira seperti dikutip, Kamis (22/7/2021).