KLIKJATIM.Com | Gresik — Pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi di tengah naiknya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Gresik. Yang terbaru, saat ini melalui Kodim 0817 Gresik bersama jajaran forkopimda setempat menyediakan sebanyak 3 ribu dosis vaksin untuk masyarakat umum.
[irp]
Pelaksanaan vaksinasi ini akan dilakukan secara bertahap yang bertempat di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Jalan Jaksa Agung Suprapto Gresik, Selasa (6/7/2021). Dalam vaksinasi tahap pertama ini diikuti oleh ratusan warga dengan antusias.
Tampak hadir langsung Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa dengan didampingi Forkopimda Gresik untuk memantau proses vaksinasi kepada masyarakat di Kota Pudak.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah sangat mengapresiasi proses vaksinasi tanpa melihat data asal usul kependudukan. Meski bukan asli warga Gresik, termasuk warga luar daerah yang bekerja di Gresik juga turut mengikuti vaksinasi ini.
Menurutnya, di Jatim sendiri sudah dilakukan vaksinasi bertahap sejak Senin (5/7/2021) kemarin. Dengan target 3.000.000 vaksin bisa dimaksimalkan di Jatim. Dan Kabupaten Gresik sebagai referensi layanan vaksinasi tanpa melihat asal usul kependudukan.
“Tentunya juga tak lepas droping vaksin ke setiap daerah, dan kami salut di Gresik format dilakukan pelayanan tanpa melihat asal usul KTP. Tinggal atau kerja di Gresik asal dari daerah manapun bisa terlayani, ada yang dari Pacitan, Tulungagung, Lamongan dan seterusnya,” ungkap Khofifah.
Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Perairan Pulau Mandangin Sampang Masih Nihil
Mantan Kemensos itu menyebut, vaksinasi ini untuk herd immunity dengan harapan minimal 70 % di Kabupaten Gresik. “Dengan membangun herd immunity. Mengajak semua pihak, all in one vaksinasi dilakukan TNI, dilakukan Polri, dilakukan oleh Pemkab semua harus bersatu dan kesatuan untuk penyelamatan jiwa dan kesehatan bagi masyarakat,” paparnya.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengatakan, gedung WEP akan digunakan untuk sentral vaksinasi ke depannya. “Hari ini total ada 800 dosis vaksin yang diberikan kepada masyarakat,” bebernya.
Tidak hanya di WEP. Namun juga ada di beberapa desa, kecamatan juga melakukan vaksinasi. “Dengan target keseluruhan di Kabupaten Gresik 11.000 per harinya,” imbuh Gus Yani, sapaan akrabnya.
Kadinkes Kabupaten Gresik, drg Saifudin Ghozali mengatakan, efek samping vaksin setiap orang berbeda. “Untuk vaksin AstraZeneca ini memang ada gejala meriang, pusing. Minum saja obat paracetamol. Itu efek samping biasa, jangan terlalu panik,” jelasnya.
Sedangkan untuk vaksinasi anak masih belum dilakukan. “Semoga saja segera dilakukan karena varian Covid-19 Delta ini juga menyerang anak,” imbuh mantan Kepala Puskesmas Bungah itu.
Salah satu peserta vaksinasi Laylatul Muaalifah (18), asal Bunder Asri Gresik mengaku tidak ada kendala saat mengikuti proses vaksinasi. “Tadi nunggu juga tidak terlalu lama, tidak apa-apa setelah divaksin hanya sedikit agak pusing,” terangnya.
Dirinya melakukan vaksin sebagai syarat masuk sekolah perguruan tinggi. “Ini rencana mau kuliah, persyaratannya kan juga harus ada vaksin,” imbuhnya. (nul)
Editor : Redaksi