KLIKJATIM.Com | Surabaya - Negara tujuan ekspor mensyaratkan pemanasan SBW agar terhindar dari virus flu burung. Karenanya, Badan Karantina Pertanian (Barantan) telah mengembangkan Alat Pemanasan SBW yang bisa diadopsi pelaku ekspor.
[irp]
Baca juga: PJ Bupati Bojonegoro Launching Gerakan Suka Menanam Untuk Melestarikan Lingkungan
Virus Avian Influenza (AI) atau yang dikenal dengan sebutan virus flu burung pernah mewabah di beberapa negara termasuk Indonesia. Virus ini ditularkan oleh unggas (ayam, bebek, angsa, burung ke manusia), yang berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.
Karena Sarang Burung Walet berasal dari burung, maka perlu dilakukan perlakuan khusus agar terbebas dari virus AI dan menjadi persyaratan mutlak sebelum di ekspor.
Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP) Badan Karantina Pertanian sendiri telah mengembangkan peralatan pemanasan SBW sebelum diekspor.
Baca juga: Berkendara Nyaman dan Aman, 65 Armada Honda Care Siap Melayani.
“SBW sebagai produk pangan harus berkualitas dan aman bagi konsumen. Pemanasan SBW demi menjamin keamanan SBW dari penyakit hewan. Hal ini disyaratkan oleh negara-negara tujuan ekspor SBW. Misalnya permintaan negara tujuan Tiongkok 70 derajat Celcius selama 3,5 detik, Australia 100 derajat Celcius,” kata Dokter Hewan Karantina Muda, Kamis (1/7).
Ika menjelaskan, bahwa telah dilakukan Uji Terap berdasarkan Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian tentang Pedoman Verifikasi terhadap Pemanasan Sarang Walet untuk Pengeluaran ke Negara Tiongkok 2732/KPTS/KR.120/K/12/2018, yaitu Desain alat dan verifikasi proses pemanasan SBW untuk dekontaminasi Virus Avian Influenza, dan Verifikasi perlakuan pemanasan terhadap SBW untuk menginaktivasi Virus Avian Influenza.
“Setiap perusahaan pengekspor SBW memiliki desain alat yang berbeda untuk pemanasan. Kami mengembangkan alat yang sederhana tetapi masih bisa memenuhi standar yang diharuskan untuk proses pemanasan yang distandarkan, " ungkapnya.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Sosialisasi KKBC Ke Pasar Banjarejo
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk jenis alat ini yaitu Pertama, bentuk alat pemanas yang efisien. Kedua, ukuran dan ketebalan alat pemanas. Ketiga, Tingkat keamanan bahan terhadap pangan. Keempat, Sumber pemanas, Kelima, Bentuk rak pemanas, dan Keenam, Saluran pembuangan air hasil dan sisa pemanasan.
"Tipe produk SBW terdiri dari Mangkok, Kakian, Patahan, dan Hancuran. Setiap tipe berbeda proses dan waktu penanganan yang berbeda-beda,” tutur Ika. (ris/jnr)
Editor : Redaksi