KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Ada sejumlah santri sebuah pondok pesantren di Pasuruan yang terkonfirmasi positif menjalani isolasi di dalam rumah dan sekolah. Jumlah total santri yang menjalani swab antigen mencapai 61. Dan 6 di antaranya positif hingga menjalani isolasi di Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
[irp]
Baca juga: Bukan Cuma Helm, MPM Honda Jatim Ungkap Posisi Berkendara Jadi Kunci Utama Keselamatan
Bagaimana hasil tracing? Ternyata ada enam santri lain yang reaktif di antara 61 yang dites. Setelah diisolasi mandiri di ponpes mereka akhirnya ditempatkan di salah satu ruang kelas SDN 1 Tanjungarum.
Namun, kondisi para santri itu tidak mengkhawatirkan. ”Mereka baik-baik saja. Tidak mengalami gejala. Sebaliknya, sehat,” kata Kades Tanjungarum Abdul Karim.
Baca juga: Gempur Peredaran Gelap, Polres Bojonegoro Ungkap 34 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan
Di ruang kelas, masing-masing santri tidur di kasur sendiri. Makan dapat tiga kali sehari. Semuanya disiapkan tim gugus tugas desa.
Baca juga: Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3
Di sekolah itu, ditempatkan satu petugas yang piket. Ada juga petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang mendampingi. Keluarga atau orang tua tidak boleh bertemu langsung. Kalaupun terpaksa ada perlu, cukup titip kepada petugas jaga. ”Ini demi kebaikan bersama,” ujar Kapolsek Prigen AKP Akhmad Sukiyanto.
Bagaimana rasanya menjalani isolasi mandiri itu? Santri yang rata-rata masih anak-anak itu tidak terlihat resah. Mereka tampak seperti biasa. Gembira, riang, tidak takut. Isolasi akan dijalani sampai saat ada tes lagi tentang kondisi mereka.
Hin, seorang santri yang diisolasi, mengaku mereka memang sebaya. Jadi, sudah saling kenal di pondok pesantren. Dia juga mengaku tidak merasa panas, pusing, batuk, atau pilek. Tidak merasakan gejala sakit.
”Karena tidak sendirian, ya betah. Apalagi ada wifi-nya,” ucap Hn. Walaupun sementara tidak bisa keluar ke mana-mana, mereka bisa melihat apa saja lewat internet. (ris)
Editor : Redaksi