Khofifah Tak Ingin Bangkalan Disebut Zona Hitam

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Sumenep--Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menginginkan tak ada yang menyebut Kabupaten Bangkalan, Madura sebagai zona hitam. Khofifah mengakui sejumlah kecamatan di kabupaten paling barat Pulau Madura memang masih zona merah.

[irp]

Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026

Yakni, Kecamatan Arosbaya, Geger, Klampis dan Kota sebagaimana data Satgas Covid-19 berdasarkan update yang terbaru.

“Jangan sebut Bangkalan Zona Hitamlah. Memang ada kecamatan yang temuan kasus Covid-19 melonjak. Empat kecamatan zona merah,” katanya.

Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Timur ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Pendopo Agung Sumenep pada Sabtu (12/06/2021). Gubernur meninjau vaksinasi bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

“Kalau untuk Kabupaten Bangkalan, semua pendekatan sudah kami lakukan. Pak Pangdam melibatkan banyak tim. Pak Kapolda juga melibatkan banyak tim. Ini tentu saja dimaksudkan sebagai proses ‘penebalan’ layanan, agar bisa memberikan pelayanan lebih cepat,” ujarnya.

Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas

Khofifah menambahkan, Pemprov Jawa Timur sendiri juga sudah menurunkan tim, untuk memastikan bahwa seluruh puskesmas bisa memberikan layanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada layanan kesehatan yang terhenti.

“Seperti misalnya ibu-ibu hamil, jangan sampai kesulitan mendapatkan layanan persalinan. Kemudian rawat jalan harus dipastikan berjalan seperti semula, sehingga tim dokter dari Kodam, Polda, dan Pemprov ikut menangani di masing-masing puskesmas,” terangnya. (*)

Editor : Suryadi Arfa

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru