KLIKJATIM.Com | Bogor - Elang Jawa adalah jenis burung pemangsa yang dipercaya identik dengan lambang Burung Garuda. Jenis ini populasinya makin menurun tiap tahunnya dan habitatnya hanya terbatas atau endemik Pulau Jawa.
[irp]
Dibutuhkan kerja sama para pihak untuk mendukung kelestarian Elang Jawa yang merupakan kebanggan Bangsa Indonesia.
Taman Safari Indonesia dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam dunia konservasi satwa liar telah berhasil mengembangbiakan jenis-jenis satwa endemik Indonesia seperti Gajah sumatera, Harimau sumatera, Komodo, Banteng jawa, Bekantan, Curik Bali, Anoa, Babirusa dan lainnya. Telur dari pasangan Elang Jawa yang berada di Taman Safari juga telah beberapa kali menetas.
General Affairs Manager Saptohadi Prayetno menuturkan, sejak tahun 2018 Taman Safari Indonesia bekerjasama dengan PT Smelting, perusahaan peleburan dan pemurnian tembaga, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan kerja sama program konservasi Elang Jawa.
"Kali ini, fokus kerja sama adalah pembangunan ruang perawatan anakan Elang Jawa, setelah tahun 2019, PT Smelting bersama Taman Safari Indonesia membangun sangkar pengembangbiakan. Hal ini penting untuk meningkatkan keberhasilan program perkembangbiakan jenis satwa yang terancam punah ini," tutur Sapto melalui keterangan tertulis yang diterima Klikjatim.com, Kamis (27/05/2021).
Sapto menerangkan, pihaknya sengaja mendukung program pelestarian Elang Jawa lantaran hewan itu merupakan satwa langka dan dilindungi, dan identik dengan burung Garuda Pancasila. Namun habitatnya terancam punah sehingga perlu dilindungi.
"Ini program CSR keanekaragaman hayati untuk fauna selama 5 tahun. Tahun ini merupakan tahun ke-3, diharapkan diakhir program, kami dapat melepaskan ke alam liar," urai Sapto.
[caption id="attachment_65995" align="alignnone" width="300"]
Direktur Taman Safari Indonesia Drs. Jansen Manansang M.Sc, EVP Director PT Smelting Tatsuya Inoue dan disaksikan oleh perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan peresmian Ruang Perawatan Anakan Elang Jawa yang berlokasi di Taman Safari Indonesia Bogor Cisarua[/caption]
Pihak PT Smelting berharap program yang dijalankan bersama taman safari bisa meningkatkan populasi Elang Jawa. Selama ini, menurut Sapto, Taman Safari Indonesia sudah sukses melakukan pengembangbiakan sebanyak 5 ekor.
"Kami harapkan akan terus bertambah, sebab menurut penelitian Jika hidup dialam liar Setiap pasang elang baru dapat menghasilkan anakan Elang selama 10 tahun," tuturnya.
Namun dengan program pengembangbiakan Elang secara ex-situ, melalui lembaga konservasi Seperti Taman Safari Indonesia, bisa lebih Cepat.
Baca juga: Sajikan 94 Agenda Ikonik, Lamongan Luncurkan Kalender Event 2026 untuk Dongkrak Wisata dan Ekonomi
"Kami tidak ada target berapa ekor, karena ancaman kehidupan anakan Elang Jawa sangat tinggi, banyak faktor yang mempengaruhi. Namun dalam tahun ini Tingkat perkawinan Indukannya sangat bagus," imbuh Sapto.
Tantangan dalam pengembangbiakan Elang Jawa cukup berat, pasalnya menurut Sapto resiko kematian anakan sangat tinggi, dan tidak dapat menetas secara sempurna. Sehingga Taman Safari Indonesia selalu memindahkan anakan ke alat incubator Dalam artian agak sulit saat ini anakan dapat dirawat oleh induknya secara alamiah.
"Dan kalau ada anakan elang yang cacat biasanya indukan Elang akan memakan anaknya, terlebih lagi kandang pengembangbiakan harus jauh dari aktivitas manusia. Oleh sebab itu kami juga membangun kandang khusus jauh didalam kawasan Taman Safari, yang dilengkapi CCTV utk memantau tingkah laku elang," jelentrehnya.
Secara habitat, Elang Jawa menurut Sapto sebenarnya bisa dikembang-biakkan diluar jawa barat, karena Elang Jawa merupakan endemik Pulau Jawa, dari Ujung Kulon sampai Baluran Jatim.
"Namun tidak bisa di provinsi lain. Tetapi ada Pengamatan dari KLHK yang menemukan Elang Jawa hidup juga di bali dan Taman Nasional Kalimutu," jelasnya.
Sapto pun tak menampik bila pengembangbiakan Elang Jawa bisa dibawa (dipindahkan) ke Taman Safari Jawa Timur. Karena Taman Safari Indonesia jug memiliki Taman Safari di prigen.
Baca juga: Hapus Kekerasan di Sekolah, K3S Pangarengan Sampang Siap Jalankan Aturan Baru Menteri
"Namun perpindahan ini harus ada izin dari taman Safari Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan," ungkapnya.
Tidak hanya mendukung program Konservasi, PT Smelting secara sistemik menggalakkan program pendidikan kesadaran konservasi bagi anak-anak sekolah guna menanamkan kesadaran betapa pentingnya kelestarian lingkungan kepada anak-anak.
"Satu hal lagi perburuan elang jawa secara gelap masih dilakukan, ini menjadi concern Kami bagaimana menyadarkan masyarakat untuk turut melindungi Elang Jawa. Kami ada program pendidikan kesadaran konservasi bagi anak-anak sekolah," tandas Sapto.
Ruang Perawatan Anakan Elang Jawa telah selesai dibangun. Direktur Taman Safari Indonesia Drs. Jansen Manansang M.Sc, EVP Director PT Smelting Tatsuya Inoue dan disaksikan oleh perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan peresmian Ruang Perawatan Anakan Elang Jawa yang berlokasi di Taman Safari Indonesia Bogor Cisarua, hari Kamis 27 Mei 2021.
Direktur Taman Safari Indonesia Drs. Jansen Manansang M.Sc mengatakan, upaya menjaga kelestarian jenis-jenis satwa liar tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, swasta, akademisi dan para pihak lainnya.
"Taman Safari Indonesia mengajak semua pihak untuk bekerja sama di bidang konservasi satwa liar. Supaya anak cucu kita dapat terus melihat elok dan indahnya Burung Garuda, Elang Jawa terbang tinggi di angkasa," katanya disela acara tersebut. (mkr)
Editor : Abdul Aziz Qomar