KLIKJATIM.Com | Probolinggo--Pengunjung dept store Kurnia Damai Sejahtera (KDS) di Kota Probolinggo, mendadak ambruk, Jumat (21/5). Sejumlah petugas medis tak mampu menyelamatkan nyawanya. Ternyata, pengunjung yang lalai terhadap protokol kesehatan itu terpapar Covid-19.
[irp]
Baca juga: Dukung Program Presiden, Wabup Alif Resmikan SPPG GMMS yang Diberdayakan Relawan Lokal
Kejadian itu tergambar dalam teatrikal yang digelar Satlantas Polres Probolinggo Kota. Awalnya, ada tiga orang yang berpenampilan seolah virus, berlenggang dan mengitari sejumlah area dalam pertokoan. Kemudian, seorang warga terpapar virus. Akibatnya, warga yang diperankan anggota Polresta, itu ambruk.
Muncul tiga orang dengan alat pelindung diri (APD) lengkap berusaha menolong korban. Rupanya, korban tidak mampu bertahan. Akhirnya meninggal dan jadi pocong. Ketika jadi pocong, bersama tiga yang berperan sebagai virus mendekati sejumlah warga. Tujuannya, agar ikut terpapar dan mati.
Saat itulah, datang sejumlah anggota kepolisian lengkap dengan tamengnya. Mereka membawa tameng bertuliskan 5M. Yakni, memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.
Kasatlantas Polres Probolinggo Kota AKP Roni Faslah mengatakan, dasarnya sosialisasi prokes rutin digelar. Namun, kali difokuskan dengan menusuk langsung ke pusat keramaian dengan memperagakan dampak Covid-19.
“Kami lihat pascalebaran masyarakat masih berjubel. Maka, kami mengambil sikap melakukan edukasi kepada masyarakat yang lebih menusuk lagi. Karenanya, kami menggunakan aksi teatrikal. Mulai dari penggambaran pocongan, virus, dan dampak lainnya,” ujarnya.
Baca juga: Jaga Stok Darah Awal Tahun, Ratusan Karyawan KEK JIIPE Gresik Gelar Aksi Donor Darah
Salah seorang pungunjung KDS, Puspita mengatakan, dari teatrikal itu sangat terlihat dampaknya. Namun, menurutnya, jika sudah terjadi kerumunan, sulit menerapkan 5M.
“Tapi, paling tidak cara seperti ini (teatrikal) selain dapat menghibur, juga mudah dipahami. Sebab, cara sosialisasi dengan alat pengeras saja, sepertinya sudah mulai diabaikan lantaran bosan mendengarnya,” ujar warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran itu.
Satlantas Polres Probolinggo juga melakukan sosialisasi. Tapi, caranya beda. Kemarin, Satlantas mengingatkan para pengguna jalan di pertigaan exit tol Paspro Leces dan Pasar Leces, Kabupaten Probolinggo.
Dalam sosialisasi itu, sejumlah anggota berpakaian ala pocong, kuntilanak, sampai bentuk virus korona. Pengguna jalan yang tidak mengenakan masker, langsung distop. Pocong, kuntilanak, dan virus pun mendekat, menghantui para pelanggar.
Baca juga: Konvoi Bawa Sajam dan Resahkan Warga, 20 Oknum Pendekar di Sidoarjo Diringkus Polisi
Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Ponsen Dadang Martianto mengatakan, masyarakat tampak mulai longgar terhadap penerapan prokes. Padahal, korona masih ada dan membahayakan.
“Penerapan protokol kesehatan sangat penting. Risiko terberat yang harus ditanggung bila abai adalah kematian yang sia-sia,” ujarnya.
Sejumlah anggota meragakan beberapa aksi dengan menggunakan berbagai macam kostum. “Peragaan dengan kostum hantu dan virus korona itu, untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya Covid-19,” jelasnya. (*)
Editor : Redaksi