KLIKJATIM.Com | Surabaya--Ramadan 1442 Hijriah atau 2021 meninggalkan kesan muram dengan kejadian empat kali ledakan pabrik petasan rumahan hingga menewaskan 6 orang. Padahal, ulama di Indonesia telah melarang penggunaan apalagi pembuatan petasan alias mercon.
[irp]
Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur KH Syafruddin Syarif mengatakan bahwa larangan menyalakan apalagi membuat petasan ini telah disampaikan para ulama sejak lama. Petasan dianggap sebagai hal yang sia-sia dan cenderung membahayakan sehingga dilarang.
“Para ulama-ulama Nahdlatul Ulama, jauh hari di dalam muktamar sudah dibahas bahwa mercon itu hukumnya haram. Satu, mercon itu menimbulkan mubazir karena tidak ada manfaat yang bisa diambil dari mercon. Kedua, mudarat, berbahaya,” ujarnya, Jumat (14/5/2021).
Untuk memperkuat pendapatnya, Syafruddin menggunakan dalil kaidah fiqhiyah yaitu laa dharara wa laa dhirara. Dalil itu menegaskan bahwa sesuatu hal yang berbahaya tidak boleh dilakukan.
"Tidak boleh membahayakan diri sendiri apalagi orang lain. Itu sudah menjadi kesepakatan para ulama," tuturnya.
Baca juga: Sajikan 94 Agenda Ikonik, Lamongan Luncurkan Kalender Event 2026 untuk Dongkrak Wisata dan Ekonomi
Syafruddin menuturkan bahwa ssbenarnya pembahasan mengenai mercon atau petasan sudah didiskusikan dalam forum Muktamar NU berpuluh-puluh tahun sebelumnya. Namun, keputusan para ulama terdahulu tersebut seakan hilang tertelan oleh kesemarakan hari raya dan kebiasaan bergembira banyak orang dengan mercon dan petasan.
"Karena itu saya sepakat dengan polisi agar terus melakukan operasi mercon," ungkapnya.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan berkoordinasi langsung dengan Polda Jatim untuk membahas penanganan home industry mercon yang ada di Jatim. Pasalnya, parbik rumahan petasan ini sudah menelan 6 jiwa dalam kurun satu bulan.
Baca juga: Hapus Kekerasan di Sekolah, K3S Pangarengan Sampang Siap Jalankan Aturan Baru Menteri
"Accident mercon itu kemarin kami koordinasi dengan Pak Kapolda karena di Jatim selama puasa ini ada empat titik mercon yang meledak. Jadi ini harus menjadi referensi kita semua bahwa hal yang sudah dilarang mohon untuk dipatuhi demi kebaikan dan perlindungan kita semua," sebut Khofifah, Kamis (13/5/2021). (*)
Editor : Redaksi