KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Gedebok atau batang pisang biasanya hanya bisa dimanfaatkan sebagai tali pengikat atau kerajinan. Tapi, ternyata gedebok juga bisa digunakan makanan. Ya, makanan itu adalah keripik gedebok pisang.
[irp]
Olahan keripik gedebok pisang itu diproduksi oleh Nur Diana, warga Desa Klampok, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Setelah dimasak, keripik itu kemudian dikemas dan dijual ke pasaran hingga luar Kota Bojonegoro.
Nur Diana mengatakan, ada jenis batang batang pisang khusus yang diambil gedeboknya. Yakni pisang kepok atau pisang jenis kono. Batang pisang itu dikuliti. Karena pada batang pisang ada beberapa lapis gedebok, yang dipakai untuk diolah mulai lapis ketiga hingga seterusnya.
[caption id="attachment_63751" align="aligncenter" width="611"]
Keripik gedebok pisang yang sudah jadi atau biasa disebut gedebok crispy.[/caption]
“Lalu dibersihkan dipotong tipis-tipis, direndam pakai air kapur untuk menghilangkan serat di dalamnya. Kalau sudah dimasak, nanti jadinya keripik gedebok crispy,” katanya kepada klikjatim.com.
Baca juga: Ekonomi Nasional Menguat, Arus Peti Kemas Pelindo Terminal Petikemas Tumbuh 6,87 Persen di 2025
Sesudah selesai disiapkan bumbu seperti, tepung beras, kanji, perasa, bawang putih bubuk dan tepung yang ada rasanya kemudian campur hingga merata, akan tetapi tidak usah pakai air.
"Sebelum dimasak yang tadi direndam kita biarkan 3 jam atau 24 jam, setelah itu di peras dan dimasukkan di bumbu yang sudah kita siapkan, dan langsung kita masak," ungkap Nur Diana.
Menurutnya, Tidak perlu lama menggorengnya, karena dalam satu menit sampai 3 menit debog tersebut sudah kering, rasanya renyah gurih. Setelah dikemas nantinya gedebok crispy ini hanya bertahan 3 bulan saja, karena tidak pakai pengawet.
Baca juga: Tudingan Pencemaran Nama Baik Berujung Laporan Polisi, Kades Sumberagung dan Warga Akhirnya Damai
Hasil olahan gedebok pertama itu, katanya, sengaja dia makan sendiri. Takutnya tidak enak atau beracun. Namun setelah dicicipi dan tidak berefek samping, dia membagikan kepada tetangganya.
Sejak saat itulah, gedebok crispy buatan Nur Diana mendapat banyak pesanan. Apalagi saat ini menjelang Lebaran. Dirinya menjual secara online dan pembeli sendiri ada yang dari Jember, Surabaya hingga Sumatera.
"Untuk harganya Rp 10 ribu 2 on atau satu kemasan, kalau 1kg Rp 75 ribu dan Alhamdulillah untuk penghasilan membuat Debok Krispy menghasilkan Rp 2,5 juta dalam satu bulan," pungkasnya. (mkr)
Editor : M Nur Afifullah