Meski Mudik Dilarang, Penjualan Motor Honda dan Servis di AHASS Justru Meningkat

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo--Para pemilik sepeda motor Honda tampaknya sudah melek dan sadar akan manfaat perawatan rutin kendaraannya. Hal ini terlihat dari kecenderungan meningkatnya tren permintaan servis dan penggantian spare part di bengkel resmi AHASS (Authirozed Honda Service Station). Tak terkecuali di setiap menjelang libur Lebaran.

[irp]

Baca juga: MPM Honda Jatim Kampanyekan #Cari_Aman di Tengah Padatnya Lalu Lintas Surabaya

Presiden Direktur PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) selaku distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT, Suwito M mengatakan, meski ada larangan mudik di Lebaran 2021 oleh pemerintah, namun penjualan maupun permintaan servis motor Honda tetap mengalami peningkatan.

"Pandemi memang cukup berpengaruh terhadap pasar sepeda motor. Namun saat ini sudah mulai bergerak pulih dan cenderung meningkat di kuartal I tahun ini meski belum positif," katanya pada Press Gathering dan Buka Puasa Bersama di MPM Learning Centre, Sedati, Sidoarjo, Jumat (7/5/2021).

Menurutnya, peningkatan penjualan motor Honda tersebut lebih dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi guna menunjang kegiatan sehari-hari. Kondisi itu didukung dengan banyaknya pilihan produk yang dihadirkan pabrikan.

Baca juga: Aksi Dramatis Polres Jember Ringkus Residivis Curanmor: Kejar-kejaran 25 Km hingga Duel Celurit

"Sementara untuk permintaan servis karena memang sekarang masyarakat kian sadar akan kebutuhan perawatan motor di bengkel resmi dengan standar layanan dan keaslian produk spare part," jelasnya.

After Sales Service Associate Director MPM Honda Jatim, Hari Subagiyo menjelaskan, peniadaan mudik pada Lebaran 2021 memang ada dampaknya terhadap permintaan servis di bengkel AHASS, namun menjelang Ramadan dan Lebaran ini sudah mulai ada peningkatan.

"Pada periode 1-6 Mei 2021 lalu ada peningkatan sekitar 11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini memang masih rendah ketimbang kondiai normal yang biasanya naik 20-30 persen di setiap menjelang Lebaran," ungkapnya.

Baca juga: Topang Stabilitas Ekonomi Nasional, Pendapatan PLN Tembus Rp582,68 Triliun di Tahun 2025

Diakuinya, bisnis after sales kendaraan bermotor terbilang masih relatif stabil dibanding sektor lain. Hal ini karena bisnis ini sudah menjadi kebutuhan jangka panjang.

Hari memberi gambaran, jika bisnis penjualan motor saat ini sudah naik di angka 78-80 persen atau hampir pulih ke kondisi normal, untuk bisnis spare part dan servis motor sudah pulih di kisaran 118 dari kondisi normal. (*)

Editor : Catur Rini

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru