KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Pasca pelantikan dewan kehormatan dan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro beberapa waktu lalu, Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah akan all out mengembangkan PMI. Termasuk gagasan besar membentuk adanya bank data darah dimungkinkan akan menjadi rujukan Jawa Timur maupun nasional.
[irp]
Baca juga: Logistik Papua Selatan Bergairah, Arus Peti Kemas TPK Merauke Melonjak 13,5 Persen
Sehingga bentuk apresiasi dan sinergitas, PMI Provinsi Jawa Timur mengunjungi Kabupaten Bojonegoro, Kamis (29/4/2021) untuk menindaklanjuti gagasan luar biasa tersebut.
Ketua bidang pelayanan kesehatan dan sosial PMI Jawa Timur (Jatim) Harsono bersama ketua bidang pelayanan darah/UDD Nunik Dhamayanti, diterima ketua PMI Kabupaten Bojonegoro Hernowo beserta pengurus PMI, bertemu Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan.
Di ruang Batik Madrim Pemkab Bojonegoro Ketua bidang pelayanan kesehatan dan sosial PMI Jatim Harsono, menyampaikan bahwa, ketertarikan ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo dengan gagasan inovasi Bupati Bojonegoro tentang transfusi darah. Bagaimana rencana besar itu terealisasi. Sehingga bisa mencukupi stok darah dan mendistribusikan, karena kebutuhan nasional kurang dan seluruh kabupaten atau kota di Jawa Timur mengalami kekurangan akibat pandemi.
"Kebutuhan darah plasma aparesis konfalesen dan pemberian reagent dari Kemenkes RI tidak lagi ada pendistribusian. Apalagi UDD PMI Bojonegoro juga melakukan persiapan CPOB dan termasuk PMI bagaimana pembinaan relawan. Bahkan di Jember misalnya ada relawan media PMI, kedepan di Bojonegoro bisa dibentuk," ujar dokter Harsono mantan Direktur RSUD dr. Soetomo Surabaya Kamis (29/4/2021)
Sementara itu ketua PMI Kabupaten Bojonegoro Ahmad Hernowo mengaku sudah mematangkan rencana besar untuk mewujudkan gagasan Bupati Bojonegoro. Mulai data pendonor, persebaran, jumlah darah dan yang lainnya, "Agar PMI Bojonegoro lebih berkembang dengan adanya dukungan ibu Bupati, sehingga segala upaya akan dilakukan," kata Hernowo.
Baca juga: Bikin Kupang Makin Menyala! Booth Honda Guncang Honda DBL 2026 dengan Promo Spesial dan Riding Test
Dikatakan, sosialisasi kepada masyarakat tidak henti-hentinya dilakukan seperti halnya agar satu ibu hamil disiapkan dua pendonor atau suami siaga. Sekaligus biaya pengambilan darah sesuai perincian dan sesuai SK Gubernur Jawa Timur.
Sedangkan, Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah meminta pendonor ditingkat menjadi 10 persen dari jumlah penduduk di Bojonegoro. Hal itu diyakini dapat terealisasi dengan pemetaan yang matang dan sosialisasi terukur dan terarah. Kalau itu tercapai, jangan takut pendistribusiannya karena bisa menggunakan teknologi penyinan darah dan memenuhi kekurangan stok darah di daerah lain.
"Banyak hal yang bisa disisir untuk donorkan darah, baik masyarakat ditingkat desa maupun penerima manfaat program pemerintah, sebab, dimungkinkan masyarakat ditingkat bawah dan perangkat desa mau donor darah, tapi belum tahu caranya. Sehingga sosialisasi harus masif dilakukan," imbuh Bupati Bojonegoro.
Bupati Perempuan itu menambahkan, big data pemkab Bojonegoro juga sudah siap dan bagaimana kartu KPM plus itu bisa terintegrasi dengan donor darah PMI Bojonegoro. Bahkan nanti adanya CSR (Coorporite Social Responsibility) perusahaan diarahkan ke PMI dan Dinkes Bojonegoro untuk menganggarkan kebutuhan PMI.
"Konsep ini harus dimatangkan dan tidak boleh gagal, serta tugas harus dilaksanakan sebaik mungkin," pungkas Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah. (bro)
Editor : M Nur Afifullah