Korban Keracunan Massal di Magetan Bertambah, Kini Jadi 52 Orang

klikjatim.com
Korban keracunan keracunan di Kecamatan Plaosan hingga kini 52 orang. (istimewa/Polsek Plaosan)

KLIKJATIM.Com | Magetan - Puluhan warga Dukuh Tawing, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan yang diduga keracaunan usai menyantap hidangan buka bersama kian bertambah. Kini totalnya mencapai 52 orang.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Kepala Desa Plumpung, Jaelani Wahyudiarto mengatakan, awalnya yang merasakan hanya 10 orang saja. Lalu, bertambah 27 orang.

Hingga subuh tadi bertambah lagi menjadi 52 orang atau warga. Mereka mengalami gejala yang sama, mulas mulas usai menyantap ayam bakar sebagai menu buka bersama.

"Yang semula cuma dirawat di Puskesmas Plaosan. Sekarang ada yang dirawat di Puskemas Poncol dan Kilinik Muhamadiyah Pacalan," terangnya. 

Menurutnya, acara buka bersama tersebut swadaya dari masyarakat. Sehingga masakan itu murni dari warga sendiri. 

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

"Setelah itu mengalami gejala mules mules,” ujarnya melalui pesan singkat, Kamis (29/4/2021).

Dia mengaku sebagian warga memilih pulang setelah mendapat perawatan di puskesmas. “Sebagian warga sudah pulang setelah mendapat perawatan,” imbuhnya.

Sementara Kapolsek Plaosan, AKP Munir mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terkait puluhan warga yang mengalami pusing dan mual mual usai menyantap ayam bakar dalam kegiatan buka puasa bersama. "Dugaanya memang keracunan. Tapi perlu penyidikan lebih lanjut lagi," terang AKP Munir. 

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Dia menjelaskan, pihak kepolisihan masih mengumpulkan bukti sisa makanan yang disantap warga. Kemudian akan dilakukan uji laboratorium. 

"Kita sudah koordinasikan bersama dinkes (dinas kesehatan) dan pihak puskesmas terkait tindakan lebih lanjut," pungkasnya. (nul)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru