Tempuh Pendidikan SD-SMA 10 Tahun, Pelajar Asal Ponorogo Lolos SNMPTN Kedokteran Unair di Usia 15 Tahun

klikjatim.com
Rizqi Fadhila Ramadhani, siswa termuda yang lolos SNMPTN Jurusan Kedokteran Unair dari Ponorogo. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Keinginan Rizqi Fadhila Ramadhani, pelajar SMAN 1 Ponorogo bisa melanjutkan studi ke Universitas Airlangga (Unair) akhirnya tercapai. Itu setelah pelajar berusia 15 tahun tersebut dinyatakan lolos SNMPTN jurusan kedokteran umum.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

"Alhamdulillah seneng banget bisa masuk kedokteran. Jadi yang termuda juga di Unair dan peserta lolos SNMPTN," ujarnya Rizqi Fadhila Ramadhani, saat ditemui di rumahnya di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Tambakbayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Kamis (25/3/2021).

Jenjang pendidikan Rizqi Fadhila memang terbilang cepat. Dia menempuh pendidikan dari SD hingga SMA hanya menghabiskan waktu 10 tahun. Untuk SD ditempuh normal selama 6 tahun. Sedangkan pada jenjang SMP masuk program akselerasi di MTSn 2 Ponorogo selama 2 tahun. SMA-nya juga mengikuti akselerasi dengan nama program Kelompok Belajar Cepat (KBC) di SMAN 1 Ponorogo. 

"Jadi program kelompok belajar cepat dari SMAN 1, tetep masuk cuma 4 orang anak. Persetujuan orang tua. IPA 3 anak, IPS 1 anak. Ada kebijakan dari sana masuk selama pandemi, reguler libur, KBC masuk. Dengan protokol kesehatan (prokes) dan persetujuan ortu," terangnya. 

Selain bersekolah secara akselerasi, dia juga tetap meningkat belajarnya dari rumah. Dia mengikuti dua bimbingan belajar (Bimbel) dan 1 private guru ke rumah. 

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

"Sudah saya lakukan sejak SMP. Saya terus belajar untuk mewujudkan cita-cita masuk Kedokteran Unair," urai anak dari pasangan suami istri (pasutri) Amin Syaifuddin dan Novita Rahmawati. 

Dia mengaku memang hanya belajar dan belajar. Terkadang ada saatnya bermain, tetapi dengan adiknya. "Keluar juga sama orang tua. Kumpul sama teman jarang. Waktunya full untuk belajar," tambahnya. 

Sementara sang ibu, Novita Rahmawati mengaku percaya sepenuhnya dengan anaknya. Dia hanya ingin anaknya disiplin tanggung jawab dan komitmen. 

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

"Kalau ngepush sih enggak. Anak-anak ya kan masih capek. Kadang saya suapin dia, kalau belajar lupa makan. Belajar disuapin mama. Itu disukai," paparnya.

Novita menuturkan bahwa pilihan kuliah di jurusan Kedokteran Unair adalah keinginan anaknya. Dirinya hanya mengarahkan saja. "Saya punya target, sukses di usia muda untuk anak saya," pungkasnya. (nul)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru