Finalis Lomba Baca Berita PWI Gresik Dialog dengan Ketua DPRD Gresik

klikjatim.com
Ketua DPRD Gresik menunjukkan ruang rapat paripurna kepada finalis lomba baca berita PWI Gresik

KLIKJATIM.Com | GresikFinalis lomba baca berita PWI Gresik melakukan kunjungan ke Gedung DPRD Gresik. Mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Abdul Qodir. Dalam pertemuan hampir satu jam itu, para finalis melakukan dialog sekaligus menyampaikan uneg-unegnya terkait kepastian belajar tatap muka yang sudah setahun ini tidak digelar. 

[irp]

Baca juga: Kembali Dari Bawean, Bupati Yani Lepas Keberangkatan Bantuan dan Kunjungi Korban Luka Gempa Bawean.

Salah satu finalis dari SMAN 1 Kebomas, Iryad Maulana menyampaikan keluh kesah para siswa. Terutama soal pembelajaran daring. Menurut siswa kelas XI itu pembelajaran daring memang tidak begitu efektif jika dibandingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Ketika PTM ada interaksi sesama siswa hingga guru secara langsung. Terutama yang Irsyad keluhkan yakni, sudah kangen suasana di sekolah. “Kangen ketemu dengan teman-teman. Kangen hal-hal di sekolah pokoknya,” ucapnya dengan nada lirih.

Atas keluhan itu, Ketua DPRD menjelaskan apabila Pemkab Gresik sudah siap melaksanakan PTM. Peraturan bupati sudah diteken. Hanya saja saat akan diterapkan pada 4 Januari lalu, muncul kebijakan PPKM. Sehingga terpaksa PTM ditunda.

“Kami sudah siap dan kami pun pengennya PTM segera dilakukan. Bahkan teknis PTM pun sudah rinci dalam perbup itu. Misalnya hanya beberapa mata pelajaran saja yang diPTM-kan. Yang jelas PTM itu terbatas, ya jumlah siswanya, jamnya, hingga pelaksanaan secara bergantian,” jelasnya.

[caption id="attachment_57388" align="alignnone" width="300"] Para finalis lomba Baca Berita PWI Gresik saat beraudiensi dengan pimpinan DPRD Gresik.[/caption]

Baca juga: Kapolres Gresik Bersama Dandim 0817 Gresik Terjunkan Tim Trauma Healing untuk Korban Gempa di Pulau Bawean

Baca juga: Pilkades Serentak 2021, Pengguna Hak Pilih Wajib Prokes

10 finalis lomba baca berita PWI mengunjungi kantor DPRD Gresik. Kesempatan itu, banyak pertanyaan yang dilontarkan para siswa kepada anggota dewan. Termasuk Ketua DPRD Abdul Qodir dan Sekertaris Komisi II Lilik Hidayati. Para rombongan pelajar itu juga diajak untuk melihat aktifitas para anggota dewan di masing-masing ruang fraksi. Mereka terlihat antusias saat berjumpa Lilik Hidayati di ruang fraksi Amanat Pembangunan DPRD Gresik. Lilik sendiri merupakan salah satu dari sepuluh perempuan yang menjadi anggota legislatif Gresik periode 2019-2024.

Salah satu finalis Sharim Dezhneva Denalis pun terinspirasi untuk mengikuti jejaknya. “Apa sih bu hal yang harus dimiliki untuk menjadi anggota dewan?” tanya siswi kelas 9 SMPN 1 Gresik itu. Lilik pun menjawab bahwa modal sosial menjadi hal yang paling penting. “Berbuat baik dan berpikir positif kepada siapapun. Sikap itu wajib dimiliki agar kita bisa mewakili berbagai aspirasi masyarakat untuk dituangkan dalam kerja-kerja legislatif,” terangnya.

Sekretaris Komisi II itu juga menceritakan sepenggal pengalamannya selama dua periode terkahir menjadi anggota dewan. “Tentunya, wajib juga memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni,” ujarnya. Agar bisa melaksanakan tugas dan fungsi anggota dewan dengan baik dan penuh amanah. Antara lain fungsi anggaran, pengawasan dan regulasi. “Jangan putus asa meraih mimpi. Tetap semangat dan berdoa untuk mewujudkan mimpi kalian sebagai generasi penerus,” pesannya. (ris)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru