Hasilkan 5,7 Juta Ton Setahun, Jawa Timur Jadi Produsen Beras Terbesar di Indonesia

klikjatim.com
Gubernur Khofifah saat panen padi beberapa waktu lalu. Tahun 2020, Jawa Timur menempati urutan pertama sebagai provinsi penghasil beras terbanyak di Tanah Air.

KLIKJATIM.Com | Jakarta - Tahun 2020 lalu produksi gabah di Jawa Timur berhasil menembus angka 9.944.538 ton gabah kering giling (GKG). Dengan luas panen 1.754.380 ha produksi GKG tersebut setara dengan 5.712.597 ton beras yang menjadikan Provinsi Jawa Timur sebagai penghasil beras terbesar di Indonesia.

[irp]

Baca juga: Gubernur Khofifah Apresiasi BBIB Singosari Malang Telah Berhasil Siapkan Semen Beku Sapi Wagyu dan Belgian Blue

Direkotrat Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian menyebut, Jawa Tengah kini posisinya berada di rangking dua dengan dengan luas panen 1.666.931 ha menghasilkan padi 9.489.165 ton GKG atau setara 5.428.721 ton beras. Ketiga, Provinsi Jawa Barat, dengan luas panen 1.586.889 ha menghasilkan padi 9.016.773 ton GKG atau setara 5.180.202 ton beras. Keempat, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan luas panen 976.258 ha menghasilkan padi 4.708.465 ton GKG atau setara 2.687.970 ton beras.

Kelima, Provinsi Sumatera Selatan, dengan luas panen 551.321 ha menghasilkan padi 2.743.060 ton GKG atau setara 1.567.102 ton beras. Keenam, Provinsi Lampung, dengan luas panen 545.149 ha menghasilkan padi 2.650.290 ton GKG atau setara 1.515.678 ton beras.

Ketujuh, Provinsi Sumatera Utara, dengan luas panen 388.591 ha menghasilkan padi 2.040.500 ton GKG atau setara 1.164.435 ton beras. Kedelapan, Provinsi Aceh dengan luas panen 317.869 ha menghasilkan padi 1.757.313 ton GKG atau setara 1.007.143 ton beras.

Kesembilan, Provinsi Banten, dengan luas panen 325.333 ha menghasilkan padi 1.655.170 ton GKG atau setara 937.815 ton beras. Provinsi Banten mampu menggeser posisi Provinsi Sumatera Barat yang sebelumnya di peringkat sembilan. Kesepuluh, Provinsi Sumatera Barat, dengan luas tanam 295.664 ha menghasilkan padi 1.387.269 ton GKG atau setara 799.123 ton beras.

Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi di Jakarta mengatakan, pergeseran peringkat terjadi dimana Jawa Tengah pada 2019 peringkat pertama produsen beras nasional, kini 2020 bergeser peringkat pertama Provinsi Jawa Timur. Selain itu Banten juga mampu menggeser Sumbar menjadi peringkat sembilan yang sebelumnya tahun 2020 di sepuluh.

Baca juga: Wagub Emil Dorong Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Keluarga

Menurut Suwandi, dinamika antar provinsi ini terjadi berkat ketepatan strategi, terobosan dalam berproduksi dan optimasi pemanfaatan sumberdaya masing-masing. "Secara nasional terjadi peningkatan produktivitas dan selanjutnya untuk terus dipacu produksi," sebutnya.

Menurutnya, setiap tahun harus ada terobosan baru dan langkah yang tepat di lapangan seperti penggunaan benih unggul, teknis budidaya dan panen yang baik, efisiensi input penerapan padi bebas residu, integrated farming menuju zero waste, mekanisasi, peningkatan Indek Pertanaman (IP) maupun Perluasan Areal Tanam Baru (PATB). "Bahkan pada 2021 sudah mulai dikenalkan teknis budidaya dengan IP400 yang berarti bisa tanam dan panen 4 kali setahun," katanya.

Suwandi memberikan apresiasi kepada provinsi yang produksi beras 2020 meningkat dibandingkan 2019 dan agar menjadi pemacu semangat meningkatkan produksi dan ketahanan pangan di seluruh provinsi.Ia berharap pada 2021 terdapat berbagai terobosan, peningkatan produktivitas dan memajukan pertanian dengan penerapan teknologi benih, alat mesin pertanian, dan manajemen korporasi.

Baca juga: Wagub Emil Beberkan Strategi Jatim Perkuat Ketahanan Fiskal dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Disebutkan, jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2020 sebesar 31,33 juta ton, mengalami kenaikan sebanyak 21,46 ribu ton atau meningkat 0,07% dibandingkan 2019 yang sebesar 31,31 juta ton.

"Untuk mencapai peningkatan produksi ini Kementan melakukan beberapa langkah strategi dan kebijakan yang diterapkan antara lain mekanisasi pertanian modern untuk mempercepat proses olah tanah, tanam, serta panen, penggunaan bibit unggul dan pupuk berkualitas, asuransi pertanian serta program perluasan areal tanam baru," kata Suwandi. (ris)

Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru