Ancaman Beras Impor Bagi Petani di Jatim, Gubernur Khofifah Disarankan Bersikap untuk Warganya

klikjatim.com
Anggota DPD, Ahmad Nawardi. (ist)

KLIKJATIM.Com | Jakarta - Impor beras hingga 1 juta ton yang rencana didatangkan oleh pemerintah memantik reaksi sejumlah pihak. Salah satunya anggota DPD asal Jatim, Ahmad Nawardi. 

[irp]

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Pasalnya kebijakan impor tersebut bisa mengancam kelangsungan hidup petani di Jatim, yang berdampak terhadap harga beras akan jatuh. Sehingga petani pun ikut merugi.

"Maka usul kami, Gubernur Jatim, Khofifah harus tegas menolak beras impor masuk Jatim. Sikap tegas Gubernur ini diperlukan untuk melindungi petani di Jatim," ujar Nawardi seperti dikutip jatim.inews.id, Jumat (19/3/2021).

Baca juga: PLN UP2B Jawa Timur Gandeng Media Perkuat Pemahaman Publik tentang Pengelolaan Sistem Kelistrikan

Alasannya karena sampai saat ini Jatim masih surplus beras. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim telah menyebutkan, surplus beras Jatim di tahun 2020 mencapai 1,50 juta ton beras. "Kalau sampai ada beras impor masuk, tentu ini mengancam petani," kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani (HKTI) Jatim tersebut. 

Dia juga mengungkapkan, hampir di seluruh daerah para petani selalu mengeluh terkait beras hasil panennya tidak terserap. Jika terserap, namun harganya jatuh hingga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Baca juga: Blitar BerStylo Bersama: Pererat Kebersamaan Pengguna New Honda Stylo 160

Karena itu, realita di lapangan ini harus menjadi pertimbangan Pemerintah Provinsi (Pemprov). Caranya dengan menolak beras impor masuk ke Jatim. "Kalau hanya transit saya tidak masalah. Misalnya masuk Jatim, tapi tujuan akhirnya di Indonesia timur. Sebab di sana memang masih kekurangan," ujar mantan aktivis PMII tersebut.

Namun, lanjut dia, semua itu harus dilakukan pengawasan ketat. Jangan sampai beras untuk tujuan Indonesia timur, ternyata bocor dan beradar di Jatim. (*/nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru