Tanggul Sungai Kedunggaleng Probolinggo Jebol, Sementara Dikasih Bronjong Sebelum Dibangun Plengsengan Permanen

klikjatim.com
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Probolinggo saat meninjau kawasan terdampak bencana banjir di Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemprov Jatim bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Probolinggo, segera membuat bronjong untuk mengatasi luapan Sungai Kedunggaleng di daerah setempat. Langkah ini diambil sebagai upaya sementara dalam penanganan darurat di tanggul-tanggul yang jebol.

[irp]

Baca juga: Sinergi Bagi Negeri: MPM Honda Jatim Salurkan 18.440 Bibit Bunga Lewat Program One Sales One Seed

Sedangkan penanganan jangka panjangnya, Pemprov Jatim bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas akan membuat plengsengan permanen. "DED (Detail Engineering Design) sedang dihitung, mungkin kurang lebih 1,5 bulan supaya titik-titik rawan ini bisa dilakukan recovery lebih dulu dan selanjutnya sambil disesuaikan kemampuan anggaran di tahun 2022," kata Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa.

Dalam penanganan sementara Pemprov Jatim, Kementerian PUPR melalui BBWS Brantas, serta Pemkab Probolinggo sudah mengalokasikan anggaran untuk penanganan banjir luapan Sungai Kedunggalang. Sehingga dalam waktu dekat pemasangan bronjong bisa segera dimulai, sebelum nantinya akan dibangun plengsengan permanen.

"Titik-titik kritis dan strategis mana yang dipasang plengsengan lebih dulu. Kemudian kita juga melihat kekuatan jembatan yang ada di tiap desa, karena ini mempersambungkan dua wilayah. Sehingga ini yang harus dijaga supaya bagaimana jembatan ini bisa diprioritaskan untuk membantu mobilitas masyarakat di saat plengsengan dibangun, supaya koneksitas tetap tersambung," terangnya.

Selain menyiapkan plengsengan permanen, Khofifah meminta kepada seluruh warga untuk gotong royong mengaktifkan kembali relawan Jogo Kali, serta tidak membuang sampah ke sungai. Pasalnya, seringkali banjir terjadi akibat menumpuknya sampah di bantaran sungai.

Baca juga: Kendalikan Inflasi Awal Tahun, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Deket Lamongan

"Beberapa banjir sebelumnya seperti di Gempol, Jombang dan Nganjuk juga karena menumpuknya sampah sehingga untuk mengurainya perlu alat berat. Oleh karena relawan jogo kali diperlukan, karena passion dan hatinya mereka ada dalam proses penjagaan dan pengawalan supaya sungai kita bersih. Serta jangan sampai sungai dijadikan tempat pembuangan sampah,” tegasnya.

Dalam mengatasi masalah banjir ini diperlukan pendekatan pentahelix. Yaitu dengan melibatkan pemerintah, sektor swasta, akademisi, media, serta masyarakat termasuk para relawan. Pendekatan pentahelix ini dipandang penting karena permasalahan banjir membutuhkan perhatian semua pihak.

"Untuk itu saya minta tolong teman-teman media menyampaikan pesan, bahwa memang sungai ini harus dijaga. Termasuk ikut mengajak para relawan jogo kali. Kemudian untuk sampah yang berasal dari material gunung misalnya, akan segera dilakukan antisipasinya komprehensif," pungkasnya.

Baca juga: MPM Honda Jatim Gelar Night Ride Bareng Komunitas Malang-Blitar, Uji Performa Vario 125 di Malam Hari

Seperti diketahui, curah hujan dengan intensitas tinggi dan merata di daerah hulu Sungai Kedunggaleng pada Rabu (10/3/2021) sore lalu menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi sejumlah jalan dan permukiman warga. Selain itu, banjir ini juga disebabkan sedimentasi dasar sungai dan sungai yang tidak mampu menampung debit air sungai yang sangat deras.

Beberapa wilayah yang terdampak banjir di antaranya Desa Kalirejo, Desa Kedungdalem, Desa Tegalrejo dan Desa Dringu di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Banjir juga sempat menggenangi jalan raya sehingga menyebabkan kemacetan di jalur selatan Probolinggo.

Saat Gubernur Khofifah meninjau lokasi juga menyerahkan bantua Bronjong 20 lembar, Glangsing 2000 pcs, Terpal 10 lembar, jumbo bag 30 pcs, Velbad 5 unit, chainsaw 1 unit, dan pemotong dahan 2 unit. Serta paket kebersihan 20 paket, hand sanitizer 20 liter, APD 10 pcs, sprayer 5 unit, lauk pauk 60 paket, tambah gizi 60 paket, dan paket sembako 100 paket. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru