KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Kasus hilangnya uang di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Rakyat Indonesia (BRI) milik warga Bojonegoro berlanjut ke meja polisi. Kepala Cabang BRI Bojonegoro telah dipanggil polisi untuk dimintai keterangan.
[irp]
Baca juga: Tuntut Transparansi UKT, Ratusan Mahasiswa Geruduk Rektorat Universitas Jember
Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Iwan Hari Poerwanto mengatakan, kasus tersebut dilaporkan ke Polres Bojonegoro. Pihaknya bergerak cepat dengan melayangkan panggilan kepada Kepala Cabang BRI Bojonegoro.
"Kami akan mintai keterangan Kepala Cabang BRI Bojonegoro. Surat panggilan telah kami kirim," kata Iwan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/2/2021).
Iwan mengatakan, pemanggilan terhadap pihak BRI ini dilakukan setelah menerima laporan dari warga yang mengaku kehilangan uang di ATM BRI secara misterius.
Baca juga: Wujudkan Asta Cita, Bojonegoro Masuk Daftar 15 Kabupaten Berkinerja Terbaik Nasional
"Dasar kami laporan dari beberapa nasabah BRI yang kehilangan saldo di ATM," ujarnya.
BRI Cabang Bojonegoro juga telah menerima laporan warga terkait raibnya saldo di ATM. Kejadian ini juga telah dilaporkan ke BRI pusat untuk dilakukan investigasi.
"Ada lima nasabah yang melapor kehilangan uang di ATM," kata Assisten Manajer Operasional BRI Cabang Bojonegoro, Lusujiana, saat dikonfirmasi Selasa (23/2/2021).
Baca juga: Nekat Akhiri Hidup, Remaja Jember Ditemukan Meninggal Dunia di Belakang Ponpes
Diberitakan sebelumnya, Aris, warga Desa Campurrejo, Kecamatan Kota Bojonegoro telah kehilangan uang di ATM total senilai Rp 12,5 juta. Uang tersebut hilang dalam dua hari. Ada lima transaksi dengan nilai masing-masing Rp 2,5 juta.
"Padahal saya tidak melakukan penarikan sama sekali. Saat akan menarik uang kaget saldonya habis," kata Aris. (mkr)
Editor : M Nur Afifullah