KLIKJATIM.Com | Gresik — Mahasiswa pecinta alam Sekolah Tinggi Agam Islam (STAI) Hasan Jufri menggelar Dialog terbuka di Aula Kampus Staiha.
[irp]
Baca juga: Petani Bojonegoro Naik Kelas, Kembangkan Varietas Padi Lokal Secara Mandiri
Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) mengangkat tema "permasalahan sampah di Pulau Bawean".
Pembicara pertama Pegiat Lingkungan sekaligus ketua Ekpedisi Gunung Pulau Bawean Heri susanto mengatakan, sampah di Pulau Bawean setiap tahunnya selalu meningkat, belum ada sentuhan dari instansi lokal baik itu desa maupun yang lainnya.
Baca juga: Atom Mansas 2026 Tuntas, 92 Tim Ramaikan Panggung Futsal Pelajar Sumenep
“Padahal merekalah satu-satunya garda terdepan yang bisa melakukan penyadaran terhadap masyarakat, melalui kegiatan-kegiatan desa yang bersifat mendidik dan menyadarkan masyarakatnya,” jelasnya saat menyampaikan materi kepada para mahasiswa.
Sementara Topan selaku pengelolah sampah asal Madura yang menjadi pembicara kedua mengatakan sampah bukanlah masalah, dia benda yang bisa menghasilkan nilai ekonomis dan bahkan mampu menunjang perekonomian jika dikelola dengan baik, namun masyarakat belum mampu berfikir seperti itu.
“Sampah masih terus dibuang ke sungai dan dibakar, padahal kalau dipilah dan dikelola sampah bisa menjadi benda emas, tinggal siapa yang mau mengelolanya,” katanya, Senin (22/2/2021).
Baca juga: Pebalap Belia Astra Honda Dominasi Podium IHTTC 2026 di Sepang
Ketua Umum Mahasiswa Pecinta alam STAI Hasan Jufri Mohammad Rawi mengatakan, dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk merangsang pola pikir masyarakat agar kesadaran mengenai dampak sampah terhadap lingkungan nyata adanya.
“Mulai dari tercemarnya aliran air, dan bahkan memicu timbulnya pendangkalan sungai yang mengakibatkan naiknya aliran sungai saat hujan deras seperti yang terjadi di beberapa desa di Bawean pada tanggal 10 Januari lalu,” tandas pemuda yang aktif di Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Bawean itu. Dialog yang dipandu Muhammad Zulkarnain, dihadiri oleh para tokoh Bawean, UPT Pariwisata Bawean, Perwakilan camat Sangkapura, AKD dan beberapa kepala desa, masyarakat, serta puluhan mahasiswa Bawean.
Setelah Dialog selesai dilanjutkan dengan Bakti Sosial bersih-bersih lingkungan di desa Tanjung Ori Kecamatan Tambak. (bro)
Editor : Redaksi