Warga Desa Palenggiyan Kecewa Jalan Poros Kabupaten Bertahun-tahun Mangkrak

klikjatim.com
Anak Desa Palenggiyang Kecamatan Kedundung Sampang melintasi jalan rusak saat berangkat mengaji

KLIKJATIM.Com | Sampang - Warga Desa Palenggiyan Kecamatan Kedungdung mengeluhkan kondisi jalan yang ada di desanya di Dusun Manggajang dibiarkan mangkrak hingga bertahun-tahun. Jalan tersebut mengalami kerusakan yang amat parah hingga membuat mansyarakat kesulitan untuk melintasinya. Baik pejalan kaki, terlebih bagi pengendara bermotor.[irp]

Baca juga: Mayat Pria Tanpa Busana Ditemukan Mengapung di Telogo Dowo Gresik

Muhammad (45)  warga Dusun Manggagajang, Desa Palenggiyan berharap Pemkab Sampang segera memperbaiki  kerusakan jalan tersebut.  Sebab, jalan poros ini merupakan akses utama bagi masyarakat Palenggiyan saat hendak beraktivitas. Termasuk anak-anak muda yang hendak sekolah dan mengaji.

"Jalan ini sudah lama terbengkalai. Jalan yang hanya sepanjang sekitar 800 meter itu hingga saat ini belum juga diperbaiki karena beragam alasan dan kendala. Masyarakat berkali-kali lapor tapi belum ada respon,"jelas dia.

Dikatakan, jalan yang menghubungkan 4 desa ini kondisinya rusak parah. Kalau musim hujan banyak pengendara bermotor jatuh, terutama pada malam hari. Apalagi jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat ketika mau ke pasar dan akses utama bagi para santri ketika mau ke pesantren," ujar Mohtarom,"  warga Dusun Manggagajang lainnya, Selasa (16/02/2021).

Baca juga: Digerebek Polisi, Tersangka Pencabulan di Sampang Sembunyi di atas Plafon

Ufron, Tokoh Desa Palenggiyan mengungkapkan,  jalan ini merupakan jalur alternatif antar kabupaten . Sehingga jalan ini menjadi tanggung jawab Pemkab Sampang untuk memperbaikinya. Perbaikan ini  tidak tertumpu pada Kepala Desa Palenggiyan dan tidak menggunakan DD atau ADD. 

"Kami berharap Kepala Desa mengajukan dan mengkawal, juga mempreoritaskan agar jalan ini segera diperbaiki.

Baca juga: Pilkades Serentak 2021, Pengguna Hak Pilih Wajib Prokes

Sebab tidak mungkin jika jalan ini dibiarkan begitu saja akan mengganggu aktivtas dan perekonomian warga Palenggiyan. Juga kegiatan warga Desa Pesarenan, dan sekitarnya," ujar Ufron. (rozy/mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru