KLIKJATIM.Com | Surabaya- Semburan lumpur yang mengandung gas dan minya di Kutisari Indah Utara 3, Kota Surabaya, saat ini dijaga ketat. Penjagaan dilakukan 24 jam lantaran semburan mudah terbakar.
Kini di lokasi semburan tersebut kini sudah di tutup dan terlihat terpasang pipa yang mengarah ke dalam Tandon yang sengaja di buat untuk menampung lumpur tersebut.
Baca juga: Mentan Dorong SGN Perkuat Sinergi Wujudkan Swasembada Pangan
Berdasarkan Informasi Dinas ESDM akan memasang mesin Separator yang bertujuan untuk memisahkan unsur minyak dan air. Namun hal tersebut akan menunggu keputusan dari walikota surabaya terkait penerbitan surat darurat.
[irp]Tujuannya penanganan pada fenomena tersebut dapat segera di atasi secara darurat. Mengingat meski volume lumpur yang keluar sudah mulai berkurang namun sampai saat ini masih belum berhenti.
Berdasarkan pantauan Klikjatim.com sampai saat ini, terlihat telah terpasang Papan yang bertuliskan "Bahaya, Mudah Terbakar" beserta Petugas dari BPB LINMAS (Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat) Pemkot (Pemerintah Kota) Surabaya.
[irp]
Baca juga: Alun-Alun Pacitan Bergemuruh, Konsumen Setia Honda Boyong Hadiah Motor dalam Pengundian UKH
Masih terlihat terjaga di lokasi semburan. Untuk tetap memantau pergerakan semburan dan tetap memastikan tidak ada aktivitas warga yang mengundang percikan api di sekitar lokasi.
"Iya saya jaga mas, sampe jam 10 nanti," kata Sukarji yang saat itu sedang berjaga di lokasi.
Sampai saat ini penjagaan masih terus di lakukan dari BPB Linmas Kota Surabaya, yang terbagi menjadi Tiga Shift setiap harinya.
Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri
Lebih lanjut ia mengungkapkan rencananya Rabu (16/10/2019) pagi akan di lakukan pemindahan dari hasil tempat penampungan (Tandon) untuk di bawa ke Wonokromo. "Ini besok di buka trus di angkut ke Wonokromo," tandasnya.
Di temui di tempat yang sama, Warni pemilik rumah yang kebetulan berada di samping lokasi Semburan mengungkapkan dampak dari semburan lumpur tersebut sampai saat ini tidak mempengaruhi aktifitas rumah tangga.
Seperti pengunaan Air bagi kebutuhan rumah tangganya. "Mboten-mboten mambu lha iki banyu ne apik ngene," pungkasnya. (nk/rtn)
Editor : Wahyudi