Masjid Apung di Pacitan Hanyut Terbawa Arus

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Pacitan—Sebuah masjid apung yang terletak di muara Sungai Grindulu hanyut. Tempat ibadah terapung itu terbawa kuatnya arus sungai yang meluap usai hujan deras. Bangunan yang berdiri di atas rakit tersebut kini bergeser sekitar 1 kilometer dari posisi semula.

[irp]

Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026

"Kejadian diketahui jam 05.00 WIB pagi ini," terang penjaga masjid Ryan Yudianto (39) seperti ditulis detik di Pantai Pancer, Rabu (10/2/2021) pagi.

Dikatakan Ryan, sebelum arus sungai menyeret masjid tersebut hingga ke lautan, hujan memang turun dengan intensitas cukup tinggi. Akibatnya debit air Sungai Grindulu naik. Besarnya volume air disertai dengan kuatnya arus yang melintasi bagian bawah masjid.

Tak hanya arus yang sangat kuat, material yang terbawa banjir juga menyebabkan beban tali penahan rakit melebihi ambang batas. Akibatnya tali menegang lalu putus. Pergeseran posisi masjid sendiri, lanjut Ryan, sudah tampak sedikit demi sedikit dalam tempo beberapa hari terakhir.

Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan

"Akhirnya tadi sekitar jam 02.30 WIB ada yang mengetahui bahwa masjid sudah berada di tengah laut seperti yang terlihat saat ini," papar Ryan.

Informasi dihimpun detikcom, sebagai tempat kegiatan peribadatan masjid apung tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas. Seperti karpet, sajadah, dan kitab Al Quran. Di masjid tersebut juga terpasang pengeras suara yang biasa digunakan saat azan salat lima waktu maupun salat Jumat.

Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas

Pantauan detikcom, bersamaan empasan gelombang di Teluk Pacitan posisi masji apung tampak makin jauh dari pantai. Namun menurut Ryan, bangunan masjid masih memungkinkan ditarik kembali ke muara. Hanya saja hal tersebut masih akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Kiai Fuad dari Ponpes Tremas.

Masjid apung mulai dibangun bulan Maret 2020. Setelah resmi difungsikan bangunan tersebut rutin digunakan untuk kegiatan salat Jumat berjemaah. Agenda lain yang kerap digelar adalah manakiban, mujahadah, serta khataman nabi. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru