KLIKJATIM.Com | Surabaya - Di akhir tahun 2020 lalu, impor Jawa Timur masih didominasi oleh bahan baku dan penolong. Selama Desember 2020 nilai impor Jawa Timur tercatat sebesar 1,54 miliar dollar AS dengan memberikan kontribusi sebesar 75,99 persen.
[irp]
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan, mengatakan, untuk impor barang-barang konsumsi merupakan golongan barang urutan berikutnya, dengan nilai sebesar 331,91 juta dollar AS atau dengan peranan sebesar 16,34 persen. Dan berikutnya barang-barang modal merupakan kelompok impor terkecil, dengan peranan sebesar 7,67 persen atau dengan nilai sebesar 155,70 juta dollar AS.
Baca juga: BPS : Kenaikan BBM Dorong Inflasi Jatim Capai 3,36 Persen
Komoditas hasil dari ekstraksi minyak kacang kedelai lainnya menjadi komoditas impor dengan nilai tertinggi pada Desember 2020 dengan nilai sebesar 110,70 juta dollar AS atau meningkat sebesar 58,30 persen dibanding bulan sebelumnya. Komoditas tersebut mayoritas diimpor dari Brazil sebesar 58,85 juta dollar AS.
Peringkat kedua ditempati oleh komoditas bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON lainnya tidak dicampur dengan nilai impor sebesar 82,33 juta dollar AS atau turun sebesar 20,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditas bahan bakar motor tanpa timbal dar RON lainnya tidak dicampur tersebut mayoritas diimpor dari Singapura sebesar 53,97 juta dollar AS.
Peringkat ketiga adalah komoditas emas dalam bentuk bongkah, batang tuangan dengan nilai sebesar 80,94 juta dollar AS atau turun sebesar 35,96 persen dari bulan sebelumnya. “Komoditas ini seluruhnya didatangkan dari Hongkong yaitu dengan nilai impor sebesar 80,94 juta dollar AS,” papar Dadang Hardiwan dalam rilisnya Kepada JNR Kominfo Jatim, Selasa (09/02/2021).
Baca juga: Gila, Suami di Surabaya Tega Jual Istri Seharga Rp 500 Ribu
Berdasarkan 15 jenis komoditas impor nonmigas terbesar, komoditas hasil dari ekstraksi minyak kacang kedelai ainnya merupakan komoditas utama yang mengalami peningkatan nilai impor paling tinggi pada bulan Desember 2020 yang mengalami peningkatan dari 69,93 juta dollar AS menjadi 110,70 juta dollar AS.
Sementara itu penurunan nilai impor tertinggi terjadi pada komoditas emas dalam bentuk bongkah, ingot atau batang tuangan yang mengalami penurunan dari 126,38 juta dollar AS menjadi 80,94 juta dollar AS.
Baca juga: TTL Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 141 Anak Yatim
Komoditas terbesar impor, yaitu komoditas hasil dari ekstraksi minyak kacang kedelai lainnya mempunyai peranan sebesar 5,45 persen dari total impor Jawa Timur di bulan Desember 2020. Kemudian komoditas bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON lainnya tidak dicampur memberikan kontribusi impor sebesar 4,05 persen. Sedangkan impor komoditas emas dalam bentuk bongkah, ingot atau batang tuangan mempunyai peranan sebesar 3,99 persen.
Secara kumulatif Januari - Desember 2020 komoditas bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON lainnya tidak dicampur, menjadi komoditas impor yang dominan dengan peranan sebesar 5,74 persen dengan nilai 1,15 miliar dollar AS Disusul komoditas hasil dari ekstraksi minyak kacang kedelai lainnya dengan peranan sebesar 3,97 persen dengan nilai sebesar 794,03 juta. Dollar AS Serta berikutnya adalah komoditas emas dalam bentuk bongkah ingot atau batang tuangan dengan peranan sebesar 2,97 persen dengan nilai sebesar 594,15 juta dollar AS. (hen)
Editor : Redaksi
Lowongan & Karir
Berita Populer
Rabu, 08 Jul 2026 14:00 WIB
Minggu, 05 Jul 2026 10:08 WIB
Senin, 06 Jul 2026 16:12 WIB
Kamis, 02 Jul 2026 11:30 WIB
Kamis, 02 Jul 2026 17:25 WIB
Berita Terbaru