Pipa PDAM Probolinggo Bocor di Laut, Diduga Terkena Jangkar Kapal Batubara

Reporter : Wahyudi
DCIM100MEDIADJI_0138.JPG

KLIKJATIM.Com I Probolinggo - Diduga pipa PDAM Kabupaten Probolinggo menuju Gili Ketapang terkena jangkar kapal tanker pengangkut batu bara. Untuk memperoleh hasil yang jelas, PDAM telah melaporkannya ke pihak kepolisian.

[irp]

Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026

Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo, Gandhi Hartoyo mengatakan, berdasarkan pengecekan, petugas menduga pipa putus karena terkena jangkar kapal tanker batubara yang lewat di perairan Probolinggo. Itu terlihat dari adanya sambungan pipa yang mengambang di permukaan air. Pipa berdiameter 8 dim itu seharusnya tertanam di dasar laut dan ada pemberatnya.

“Diduga, pipa terkena jangkar dari kapal tanker batu bara. Yang jelas, hasil penelusuran kami, bahwa pipa itu putus akibat kapal tanker. Kami tidak mau menyebutkan kapal tanker batu bara milik perusahaan apa,” kata mantan Ketua KPU Probolinggo ini.

Pipa itu diketahui putus pada Jumat, 29 Januari 2021. Setelah mendapat laporan, petugas PDAM melakukan pengecekan di jalur darat. Namun tak ditemukan kerusakan pada jaringan pipa yang berhulu di Ranu Agung Kecamatan Tiris itu.

Sabtu pagi,  sejumlah petugas perusahaan pelat merah ini langsung meninjau lokasi jalur laut. Ternyata ditemukan kerusakan pipa air jalur laut.

Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan

“Dugaan kami, kebocoran terjadi di dasar laut ada benarnya. Sorenya kami langsung melaporkan hal tersebut ke Polres Probolinggo Kota untuk dilakukan penyelidikan. Jadi dari Pulau Gili, sorenya kami langsung laporan ke polisi,” jelasnya.

Ia memastikan perbaikan tidak akan butuh waktu lama. Dengan anggaran sekitar Rp100 juta, perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu 3-4 hari.

“Kami masih belum lakukan penelusuran di dasar laut. Jadi, putusnya pipa itu seperti apa, kondisinya bagaimana, namun untuk perbaikanya jika Rp100 juta habis itu. Soalnya memang dilakukan di dasar laut,” ujarnya.

Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas

Seperti diketahui, warga Desa Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo krisis air bersih. Perkaranya pipa menuju Pulau Gili Ketapang yang berukuran 8 dim putus. Hal itu diketahui pada Jumat, 29 Januari 2021. Akibat pipa yang terpendam di dasar laut itu putus, warga andalkan air hujan untuk kebutuhan air bersih. (bro)

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru