DPD RI Usulkan Swab Antigen untuk Pelajar dan Mahasiswa Digratiskan

Reporter : Wahyudi

KLIKJATIM.Com | JakartaMenanggapi keberatan orangtua atas kewajiban melakukan Swab Antigen bagi pelajar setiap hendak melakukan aktivitas belajar mengajar di sekolah, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengusulkan agar hal itu disubsidi alias digratiskan oleh pemerintah.

[irp]

Baca juga: Pilkades Serentak 2021, Pengguna Hak Pilih Wajib Prokes

Tak hanya kepada pelajar, kewajiban Swab Antigen juga berlaku untuk kalangan mahasiswa yang akan beraktivitas di kampus. Bagi LaNyalla, hal yang wajar apabila orangtua siswa dan mahasiswa merasa keberatan.

"Kebijakan kewajiban Swab Antigen tentu harus dipikirkan baik-baik. Tidak semua orangtua siswa dan mahasiswa memiliki kecukupan dana jika setiap kali harus beraktivitas harus menyertakan Swab Antigen," kata LaNyalla dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Terbaru, Magic Lightening Premium Diamond 1 Glowing Bisa Atasi Masalah Jerawat Wajah

Jika kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mencegah cluster penularan Covid-19 di sekolah dan kampus, LaNyalla pun sangat menyetujuinya. Hanya saja, ia menilai pembiayaan bisa disubsidi sepenuhnya oleh pemerintah.

"Ada baiknya pemerintah melalui koordinasi Kemenkes dan Kemendikbud memberikan subsidi Swab Test atau menggratiskannya untuk pelajar dan mahasiswa yang akan beraktivitas," tegas LaNyalla.

Baca juga: BI : Inflasi Hingga Minggu III Agustus Masih Terkendali

Bukan tanpa alasan usulan tersebut diajukan. Selain meringankan beban masyarakat di masa pandemi, juga agar proses belajar mengajar di sekolah dan kampus tak menemui hambatan. Di sisi lain, mereka juga merasa aman dari paparan Covid-19. 

"Bagaimana jika orangtua siswa atau mahasiswa tak punya uang untuk Swab Test. Artinya dia terhambat melakukan aktivitas belajar mengajar. Usulan subsidi atau gratis ini saya realistis mengingat pelajar atau mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan tentunya tak sebanyak mereka yang belajar di rumah. Jadi tidak akan memberatkan keuangan pemerintah," tutur LaNyalla. (hen)

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru