KLIKJATIM.Com | Surabaya - Neraca perdagangan Jawa Timur secara kumulatif selama Januari hingga Desember 2020 lalu masih mengalami defisit sebesar 768,65 juta dollar AS.
[irp]
Baca juga: BPS : Kenaikan BBM Dorong Inflasi Jatim Capai 3,36 Persen
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan, mengatakan, efisit ini disumbangkan oleh selisih perdagangan ekspor-impor di sektor nonmigas yang surplus sebesar 1,46 miliar dollar AS. Akan tetapi selisih perdagangan ekspor-impor di sektor migas justru mengalami defisit sebesar 2,23 miliar dollar AS.
Menurut Dadang, surplus sektor nonmigas ini perlu lebih ditingkatkan agar neraca perdagangan Jawa Timur berubah menjadi surplus di periode berikutnya. “Disamping itu perlu diupayakan untuk menekan atau mengurangi defisit dari sektor migas,” ujar Dadang Hardiwan, dalam konferensi pers melalui vidio live virtual, Jumat (15/01/2021).
Baca juga: Gila, Suami di Surabaya Tega Jual Istri Seharga Rp 500 Ribu
Sementara pada Desember 2020 Neraca perdagangan Jawa Timur juga masih mengalami defisit sebesar 248,83 juta dollar AS. Defisit ini disebabkan karena juga adanya selisih nilai perdagangan yang negatif baik pada sektor migas maupun pada sektor nonmigas.
Baca juga: TTL Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 141 Anak Yatim
“Selisih nilai perdagangan pada sektor migas adalah defisit sebesar 52,99 juta dollar AS, sedangkan selisih nilai perdagangan pada sektor nonmigas mengalami defisit sebesar 195,84 juta dollar AS,” pungkas Dadang. (hen)
Editor : Redaksi
Lowongan & Karir
Berita Populer
#1
Kamis, 20 Agu 2026 14:53 WIB
Sabtu, 22 Agu 2026 20:00 WIB
Jumat, 21 Agu 2026 09:14 WIB
Selasa, 18 Agu 2026 10:23 WIB
Sabtu, 22 Agu 2026 19:43 WIB
Berita Terbaru