KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Mengisi waktu libur di hari Minggu, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menikmatinya dengan makan soto. Dan soto ayam yang dijadikan jujukannya adalah Soto Sewu atau soto semangkok seharga Rp 1.000 milik Nia Ika Nur Aini. Soto ini sempat viral karena harganya yang tergolong cukup murah. Soto Sewu tersebut berada di Jalan Rajekwesi, Kelurahan Klangon, Kacamatan Bojonegoro.
[irp]
Baca juga: Pilkades Serentak 2021, Pengguna Hak Pilih Wajib Prokes
"Rasanya mantap dan lezat dengan harga yang sangat murah, apalagi dengan suasana Grimis di sore hari," ujar Bupati Bojonegoro Anna Muawanah Minggu (10/1/2021)
Anna Muawanah mengatakan, selain harga yang murah dan rasa yang lezat, menjadi daya tarik tersendiri untuk mendatangkan konsumen yaitu dengan membuat brand, salah satunya Soto Sewu (Soto Seribu). Menurutnya, rasanya sangat cocok apalagi racikan soto ini tanpa bahan MSG, jadi menjadi daya tarik tersendiri seperti brand yang menjadikan soto sewu ini viral dan kelarisan pelanggan.
Baca juga: Terbaru, Magic Lightening Premium Diamond 1 Glowing Bisa Atasi Masalah Jerawat Wajah
Sementara itu, pemilik angkringan soto sewu Bojonegoro, Nia Ika Nur Aini merasa kaget dan seneng tentunya angkringan soto sewu miliknya dikunjungi oleh Bupati Bojonegoro. "Senang sekali tentunya, apalagi yang mampir orang nomor satu di Bojonegoro mencicipi hidangan soto sewu," kata Nia Ika Nur Aini
Di jelaskan, semenjak viral angkringan soto seribuan ini bisa menghabiskan 5 hingga 10 kilo nasi atau beras per harinya dengan kisaran harga satu porsi kecil Rp. 1.000, Rp 3.000 hingga Rp 5.000. "Iya, sehari bisa habis 5 hingga 10 kilogram nasi, harganya relatif dari Rp 1.000 hingga Rp 5.000," pungkasnya.
Baca juga: Pendaki Gunung Lawu HP nya Dijambret, Pelakunya Monyet
Sebelum membuka depot soto, Nia Ika Nur Aini awalnya terinsipirasi saat bersilahturahmi dirumah saudara di Kabupaten Wonogiri untuk mencari ide usaha yang tepat dimasa pandemi Covid-19. Lalu munculah ide membuka usaha Soto Sewu yang kebetulan di Bojonegoro belum ada yang berjualan. (bro)
Editor : M Nur Afifullah